Hari ini, paska gempa di Jakarta, sebuah kejujuran dari mantan junior di kampus, meletup dalam bentuk cetingan di Yahoo Messenger. Berbunyi begini:
aboy: bang ada gempa katanya di jakarta
aboy: tapi NGO nya belum masuk
aboy: siapin berkas yuk apply lamaran
…
Pembalasan dendam atas membanjirnya pekerja kerah-putih dari Jakarta dulu kemari atau memang musibah demi musibah di negeri ini sudah mencuci otak warga negeri ini dengan pemberhalaan pada NGO dan donasi-donasi asing?
Entahlah. Tapi aku senang juniorku lebih jujur mengekspresikan kejujurannya
)
Dan Jakarta?
Aku ceritakan ekspresi semacam itu pada Leksa, yang sedang berada di Jawa sana, dengan status “Gempa” pakai 2 tanda seru.
leksa: huahaha
leksa: mantaapp
Alex Hidayat: dulu aceh dibanjiri kan?
Alex Hidayat: pertukaran kuli NGO
leksa: hho oh
leksa: tapi jakarta mana butuh NGO
leksa: mereka bth nya duit NGO
*cengir*
Jakarta… dari donasi NGO hingga BRR yang sudah mampus itu, memang tak butuh kita, Boy…
)
Mereka tak butuh kita menuai pahala dan menghapus dosa dengan datang ke sana. Mungkin nanti, Boy, nanti… kalo itu sarang-sarang mewah seperti Senayan, Merdeka, Cendana dan Cikeas sudah kita jadikan rampasan perang…