Buntu itu adalah sebuah tembok di satu lintasan gagasan. Buntu itu juga sebuah rumah dengan pintu dan jendela tertutup. Buntu adalah kertas dengan dawat terputus, seperti nafsu bernafas di balik cawat kena coitus interuptus. Buntu adalah sebuah cerita tentang guru Bahasa Indonesiaku yang meninggal karena sakit, dan pelajaran Bahasa Indonesianya tak membantuku menuliskan kesedihan menjelang … Continue reading »