Di Suatu Subuh

Ngaji itu ngaji biasa saja. Sebiasa yang pernah kita dengar. Mungkin kala melewati sebuah mesjid atau mushala entah di mana. Mungkin di kota asing, atau di kotamu sendiri.

Ngaji di subuh ini biasa saja. Sebiasa mendengar para pengaji di era TVRI menjadi VOC-nya semua stasiun TV di waktu kecil dulu: cuma suara-suara dari orang yang kita tak kenal siapa, menekur dan mengajikan isi Quran di layar kaca. Atau, seperti pagi ini, di TOA mushala, dari kaset yang di zaman ini tak kalah saing dengan umat untuk dapat pahala.

Ngaji itu biasa saja, bukan?

Tapi tetap saja, penghujung malam dan bacaan ayat-ayat yang diklaim firman-Nya, sering jauh juga membawa diri. Jauh. Untuk kemudian tersadar lagi: Ada jarak antara Tuhan dan diri sendiri…

About these ads

Satu pemikiran pada “Di Suatu Subuh

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s