Sejak kelahiran Raza, bukan berarti semangat menulis (baca: ngeblog, -red) luntur atau malah hilang begitu saja. Ada banyak hal melintas-lintas dalam kepala, minta dituliskan. Namun rasa-rasa buntu mau menuliskan apa (atau lebih tepatnya “bagaimana”) semua itu. Apalagi dengan ritual baru sebagai orang tua muda: sedang menikmati saat-saat menimang bocah harapan masa depan, selagi nyawa masih melekat … Continue reading »
Ditulis dalam April 2012 …
Seminggu Berlalu
Seminggu berlalu sejak bocah pertamaku lahir di rabu nan lalu. Pukul 4 sore di tanggal 4 bulan ke 4 rasa baru kemarin saja, tapi tiba-tiba sudah seminggu usia bocah kecil bernama Raza. Waktu, mungkin benar seperti kata Gentole: begitu manipulatif, begitu nisbi. Padahal di hari rabu itu rasa baru seperti hari rabu kemarin: pagi-pagi istri … Continue reading »
Catatan Untuk Anak Kami: Tentang Kelahiran, Sebentuk Nama Dan Harapan
Seorang pujangga besar dahulu kala bilang: Apalah arti sebuah nama? Mungkin dia benar. Berilah nama para Nabi pada anak baru jadi, tapi sudah kita lihat dalam kehidupan kita di sepanjang usia yang belum lagi terlalu tua ini, di negeri ini perampok, bajingan dan tukang peras uang negara ada juga lahir dan besar dengan nama para … Continue reading »
Empat April
Sudah berapa jam kursi dan meja jadi kawan tanpa kata, tanpa bicara? Belum lama. Baru dua tiga jam saja. Tapi rasa-rasa jam lama berlalu. Di sini. Di Rumah Sakit Bersalin Sawo Jajar. Tak jauh dari bilangan Pasar Anyar. Suara di luar hingar-bingar, dengan deru kendaraan dan aba-aba tukang parkir melawan ancaman menjadi fakir. Tapi serasa … Continue reading »
Karena NKRI Bukan Cuma Jawa Dan Bali
Tadi barusan membaca postingan Priyadi soal revisi harga BBM. Dalam sekian poin-poin yang dikemukakannya, ada poin yang membuatku teringat pada sebuah gambar yang pernah dibagikan Almascatie di FB agak seminggu lalu, dan juga dibagikan lagi oleh Lumiere di postingan blognya kemarin itu. Gambar itu tak lain adalah gambar ini… Ya. Bukankah selama ini subsidi BBM … Continue reading »