Beberapa hari lalu, seorang teman yang tidak menjalani profesi tak berguna sebagai bloher™ (baca: blogger, -red), mengaku bahwa beliau membaca satu komentarku di sebuah postingan milik Gentole. Usut punya usut, si teman rupanya mendapatkan bacaan komentar aibku itu setelah aku membagi postingan tersebut di layanan yang sukses memperkaya Mark Zuckerberg. Itu sebab maka tersenter olehnya … Continue reading »
Tagged with budaya …
Catatan Tentang Sebuah Blog Sejarah
Hari ini, barusan saja, diantara sekian postingan yang bertengger di BOTD-nya WordPress, aku menemukan sebuah blog menarik. Blog pesholo, sebuah blog dengan tagline: Melihat Masa Lalu Memahami Masa Depan. Meski sebenarnya ada juga blog-blog sejenis (beberapa ku-subscribe juga dalam RSS reader atau langsung follow via layanan WordPress.com), namun sependek pengetahuanku blog-blog semacam ini memang masih … Continue reading »
Sebuah SMS Teman: Lamunan Tentang Zaman Edan, Ronggowarsito Dan Kenaifan
Hidup di jaman edan, serba salah dalam bertindak. Ikutan edan, tidak tahan. Kalau tak ikutan edan, bisa tak kebagian. Akhirnya bisa jadi kelaparan. Namun dengan kehendak Allah, seberuntung apapun orang yang lupa, masih lebih bahagia orang yang waspada. Begitulah yang melintas dalam benakku beberapa malam lalu, ketika sebuah SMS dari teman lama masuk ke inbox … Continue reading »
Pesan Dalam Sebuah Iklan
Aku bukan penggemar iklan, dan tak pernah tertarik untuk bekerja di dunia periklanan. Salah satu alasan kenapa agak malas menonton TV, adalah karena sering merasa terganggu dengan iklan. Apalagi iklan yang durasinya cukup panjang namun membosankan. Cuma mengganggu jalannya siaran (namun -aku faham- kalau tak dijalankan, pendapatan stasiun TV bersangkutan pula bisa terganggu). Walau pun, … Continue reading »
Gera’an Post A Day/A Week 2012
Saat singgah di postingan blog eksperimental™ WordPress, postingan dua hari lalu, aku mencengir juga melihat tombol-tombol yang disebut badges ini: Mencengir? Ya. Kira-kira begini –> Tentu saja, gera’an untuk menggalakkan aktivitas ngeblog semacam ini boleh-boleh saja dipuji. Baguslah. Kalau ada yang berminat ikut, atau malah cuma ikut-ikutan seperti trend bikin resolusi menjelang tahun baru, itu … Continue reading »
Hikayat Musang Berjanggut
Gambar di samping ini adalah sampul dari sebuah komik lawas yang sudah menghilang dari koleksiku. Sudah lebih duluan menghilang daripada Bob Napi Badung edisi Penjara Mewah yang kupostingkan kemarin itu. Sebuah komik yang pernah dimuat sebagai cergam bersambung di Harian Waspada, salah satu harian terbesar di kawasan Sumbagut yang dilanggani keluarga jauh sebelum munculnya Harian … Continue reading »
Etika Meja Makan
Jika di meja makan siang itu tiap tetamu punya pistol dan belati pengganti sendok dan garpu, segala pangkat akan melenyap, Kawanku. Dan para tuan ambtenaar eselon sekian-sekian di rumah wabup itu akan sama sopan dan sama rakusnya dengan para pencuci pinggan yang sudah lelah seharian. Kita tak akan mendengar omong-kosong tentang tamu VVIP, tamu VIP … Continue reading »
Sebuah Buku Kiriman, Setalam Terimakasih + Secangkir Hujatan
Jadi beginilah ceritanya: Seseorang dari Banda Aceh sana, seorang penulis muda propinsi ini, seminggu yang lalu mengirimkan sebuah buku. Buku tersebut (jika aku tidak salah ingat) adalah buah karya temannya sesama penulis, diluncurkan di akhir bulan Februari kemarin. Setelah sempat tertahan lama, berhubung dititipkan pada adik di Banda Aceh, akhirnya buku itu kemarin sampai juga … Continue reading »
Catatan Kenduri Kawan Kawin
Manusia memang bukan binatang yang katanya punya musim kawin tersendiri. Seperti kebutuhan tidur juga, kalau manusia hendak tidur sepuas-puasnya, dia tak perlu seperti beruang yang menanti musim dingin tiba. Begitu pula dengan ritual perkawinan, ritual yang sudah setua kisah anak-anak Adam dan Hawa. Buktinya, sudah berapa bulan berlalu melewati bulan haji, musim kawin masih bertahan … Continue reading »
Imejinesyen
Perstli…. judul postingan ini ebsolutli not oraik, baik dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa Inggris. Termasuk kalimat pembuka ini sendiri. Tapi… elok tak usah dipusingkan, bikoz ini postingan bukan soal lingua dan bukan pula soal bagaimana agar lidah dan jemari kita terbiasa untuk fasih dan always benar mangecek dan manulieh dalam bahsa nanggroe Inggreh. Postingan … Continue reading »