Posted in Agustus 2009

Sebab Perempuan…

Ada satu band membuat lagu berlirik “karena wanita ingin dimengerti” beberapa tahun lalu. Jika bukan wanita, tapi banci pun yg disebut, aku tetap mufakat dengannya. Semua orang ingin dimengerti. Siapapun, termasuk aku sendiri. Tapi penghidupan, tak mau peduli apa dimengerti atau tidak. Sebab itu aku mufakat dengan penggal sajak ini: “Jangan salahkan aku, kau kudekap. … Baca lebih lanjut

Kenang-kenangan Burung Merak

Mendengar namanya sejak SD, sejak guru Bahasa Indonesia berdiri di depan kelas, menceritakan fase-fase dan sosok-sosok para sastrawan sejak angkatan Amir Hamzah hingga dia: WS Rendra, meski nama itu tak seacap nama lain disebut-sebut, seperti Chairil Anwar dengan sajak “Aku” atau bahkan Toto Sudarto Bachtiar yang sajak “Pahlawan Tak Dikenal”-nya – seperti di bawah ini … Baca lebih lanjut

Bulan Di Atas Kuburan

Sitor Situmorang, penyair asal Balige, Sumatra Utara, sekali waktu pernah menyajikan sajak – di tahun 1953 – yang menuturkan nasehat dari seorang bapak kepada anaknya, agar di waktu senggang jangan membaca sajak-sajak petualang. Seterusnya si bapak berpesan agar si anak mencintai pekerjaannya, melupakan kesedihan si bapak, duka si ibu, karena bahagia hanya ada di hidup … Baca lebih lanjut

Di Pantai

Kepada Kawan Pejalan Malam Antara api ungggun berkobar dan ombak di bibir pantai mendebar, kita bikin malam hingar-bingar. Hingga siang kehilangan arti dan matahari nanti boleh enggan kembali. Jadi Isi gelasmu, kawan. Tandaskan. Ambil gitar, dan mainkan. Hingga putus senar yang penghabisan. Mari bersuka! Mari tertawa! Hidup singkat begini kita jejali arti, lelucon dan mimpi … Baca lebih lanjut

Kenang-kenangan

Kenang-kenangan Untuk E. Terkadang antara siang dan petang bertandang, masih membayang kau punya lenggang di belokan gang Selalu tiap kenang begitu mendendang, waktu membisu jadi lengang Berapa lama pernah kau dulu kucumbu, di kampus hijau dan kita sebelia daun hijau? Setiap pagi menghangat bikin kau punya pipi berkeringat, suka kunikmati embunnya di hidungmu mancung. Hari-hari … Baca lebih lanjut

Sajak Penghabisan

Aku sudah putuskan kini dan di sini Sebelum nanti sore hilang malam datang membentang Dan kesepian bisa bikin kalimat tersunyi mengutuk hari: Jiwaku mau lepas dari segala ragu dari segala pautan namamu Sudah kutahu kuhidup bukan untuk meringkuk dalam kerja menetap dialun ritme tetap Antara tujuh pagi menjelma dan sore menjelangkan pekat Demi status tanpa … Baca lebih lanjut