Kenang-kenangan

Kenang-kenangan
Untuk E.

Terkadang antara siang
dan petang bertandang,
masih membayang
kau punya lenggang
di belokan gang

Selalu tiap kenang
begitu mendendang, waktu
membisu jadi lengang

Berapa lama pernah kau
dulu kucumbu, di kampus hijau
dan kita sebelia daun
hijau?

Setiap pagi menghangat
bikin kau punya pipi
berkeringat, suka kunikmati embunnya
di hidungmu mancung. Hari-hari
terbantai menjadi puntung.
Rasa tak rela kau kulepas,
menjadi candu penabuh jantung.

Matahari kubikin iri hati.
Itu bola pijar raksasa
boleh bangga cahyai angkasa
Tapi dia tahu siapa
penerang aku punya jiwa.

Terkadang antara siang
dan petang menjelang,
membayang kenang di belokan
gang. Anggun gerak
kau punya pinggang,
bikin kenangku jadi berkobar.
Camana jalang tanganku melingkar
di rampingmu?

Dan darahku?!

Darahku seru melancar
melukis lehermu semerah pacar
bikin pipimu bersemu
kian membakar.

Sajak ini dibikin pada akhir tahun 2003. Tidak pernah diterbitkan dimanapun, baik dunia nyata atau dunia maya, karena – selain amatiran – ini sajak dibikin untuk E – mahasiswi D3 Ekonomi Unsyiah, angkatan 1999 – yang berasal dari Danau Laut Tawar. Versi ini merupakan versi revisi, beberapa kata yang “vulgar” dicoret dan dipersopan demi menjaga akhlak para pembaca, siapapun anda.🙂