Kiriman Poto

Poster Samurai-X

Poster Samurai-X di dinding kamar seorang cewek...

Ini salah satu bentuk lain dari poster Samurai-X. Lihatlah wajah-wajah komikal di gambar itu. Ada Si Codet Kenshin Himura, Si Jambul Ayam Sanosuke Sagara, Si Frustasi Aoshi Shinomori dan Si Perokok Rambut Ijuk Saito Hajime. Para maniak Samurai-X, komik karya orang Jepang bernama Nobuhiro Watsuki itu, mesti kenal belaka dengan empat sosok-sosok yang tak pernah ada di dunia nyata (setidaknya di dimensi kita sekarang ini).

Itu gambar, seperti keterangan di sana, adalah sebuah potret kiriman seorang wanita yang bukan lagi remaja. Terkirim via layanan telekomunikasi dari telepon seluler di tangannya ke telepon seluler di saku celanaku. Dari bait-bait kalimatnya yang mengiringi tibanya gambar tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa ia memberitahu kesukaannya pada sosok bernama Kenshin Himura itu.

Dan ini membuatku mencengir-cengir kemarin itu. Wanita yang sudah berkawan lebih dari setahunan yang lalu itu, ternyata sama saja dengan orang-orang sebayanya yang merasa sudah dewasa, sudah matang usia, sudah realistis bin logis. Sama saja sepertiku dan sejumlah orang yang kukenal, yang ecek-eceknya sudah dewasa dalam bersikap dan bersifat di kehidupan sehari-hari, namun jauh di dalam kamar, jauh di dalam hati sendiri, memiliki rahasia terpendam soal kesukaan yang kekanak-kanakan di mata orang-orang dewasa lainnya.

Ini sama seperti orang yang suka Doraemon, atau pernah mengaku suka dengan cerita-cerita Doraemon. Ketika usia bertambah dan beban hidup sudah mendesak di pundak, bisa lalu berubah dan mendeklarasikan diri bahwa sudah saatnya hal-hal seperti itu ditinggalkan. Mungkin karena malu sebab disenyumi penuh arti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, yang sedang menunggu belanjaan dan memergokinya sedang membaca Doraemon. Atau saat sedang di suatu tempat dan tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh kawan yang sudah matang-sudah dewasa sebab senyum sendiri itu, dan ciut ketika dikhotbahi doktrin yang mana kira-kira berkesimpulan bahwa usia yang melewati 1/4 abad bukanlah usia yang pantas untuk suka dengan cerita-cerita komik atau dongeng kekanak-kanakan.

Bolehlah disebut bahwa Samurai-X diatas itu ada sikit berbeda, disebabkan adanya unsur-unsur sejarah diramu oleh Tuan Nobuhiro Watsuki. Bolehlah jika disebut bahwa karakter-karakter itu menarik dan lebih realistis dibanding komik-komik atau kisah-kisah dongeng lainnya.

Namun sebuah komik adalah tetap sebuah komik. Dia terlanjur dianggap hiburan kanak-kanak, setidaknya remaja belasan saja. Ketika usia menanjak dewasa, kita sering dipaksa oleh situasi dan keadaan, dan oleh rasa pongah dan congkak dalam diri sendiri pada level usia yang bertambah, agar dilupakan, disimpan, diperam jadi rahasia dalam kamar sendiri.

Dan… itu sebabnya aku menghormati pengakuan wanita yang sebaya yang mengirimi potret dinding kamarnya itu. Itu sebabnya aku memajangnya di sini. Bukan semata karena aku dengan komik yang sama, bukan pula karena Si Jambul Ayam Penggigit Tulang Ikan Sanosuke Sagara nampang di sana. Tapi karena kejujuran begini, sudah makin jarang aku temui di lingkaran kehidupanku sendiri. Orang-orang bicara tentang ujian CPNSD. Tentang pekerjaan di hari nanti. Tentang pendidikan yang sedang ditempuh saat ini. Tentang istilah-istilah asing yang kesannya intelek dan akademik dalam neraca perdagangan, pemerintahan atau bidang kesehatan. Segala tentang bagaimana definisi hidup normal yang menjauh dari hal-hal non-formal, dan sekat-sekat pembatas agar tidak usah bercerita soal-soal komik dan dongeng begitu rupa.

Melihat potret kiriman wanita berjilbab ini, aku jadi ingat salah satu iklan lawas dari Nokia, produsen handphone yang konon merajai negeri ini. Iklan dimana ada orang dewasa mirip Bill Clinton, yang bermain game sambil merendam kaki di pinggir kolam, serta ragam potret aktivitas kekanak-kanakan dari orang dewasa, yang ditutup dengan pengakuan bahwa dalam diri tiap orang dewasa ada sifat kanak-kanak…

Yah, demikianlah memang adanya. Seberapa seringlah kita sadari bahwa kita bisa begitu naif memanipulasi sifat kekanak-kanakan dalam diri sendiri, demi acungan jempol dari homo sapiens lain bahwa kita sudah dewasa, sudah berpikir maju ke depan dan cuma peduli hal-hal yang dilabel real…?

Komik, Kawan? Dongeng, Teman?:mrgreen:

17 thoughts on “Kiriman Poto

  1. Saya juga meski serenta ini masih suka komik kok, mas.. Apalagi hentai, wah suka banget.

    Oya, saya bloger nyubi, mas. Salam kenal..

  2. @ pusink666

    Saya juga meski serenta ini masih suka komik kok, mas.

    Ini adalah sebuah anugerah! Ini benar-benar tahun baru! Seumur-umur aku pernah mengenalmu, baru sekarang kau jujur sejujur-jujurnya!

    Apalagi hentai, wah suka banget.

    MAKIN JUJUR SAJA! TUA-TUA KELADI, MAKIN TUA MAKIN TAK TAHU DIRI!

    Oya, saya bloger nyubi, mas. Salam kenal..

    INI JELAS-JELAS HOAX, PENIPUAN PUBLIK!

    *ngakak puas-puas* =))

  3. Masalahnya sekarang adalah kenapa tak balas smsku? Tak punya pulsa? Habis buat ngesemes “selamat membeli kalender baru”

    Eh, dibales ding.. baru masuk.

    *ah, akhirnya saya jadi komen oot perdana di blog selep*

  4. @pusink666

    Eibusuknya! Blog salep maksudmu??! 😆

    Aku mau balas jaringan di sini lagi berulah macam pemerintah tadi itu. Ahahaha… kau mau tunggu aku di fesbuk? Kau tunggu sajalah😆

  5. ngakak liat dua orang tua saling tuding. hahahaha…:mrgreen:

    saya sih masih muda. waktu Samurai X ditayangkan di seceteve, saya sih masih imut. hak hak hak..

    ndak tau ya, keknya sekarang di lingkungan formal tempat saya kuliah, udah jarang yang ketawa lepas. semuanya penuh kepalsuan, kepentingan, pengkhianatan.. (lebay mode on)..

    saya sih menjadikan komik (kadang-kadang, udah ngga rutin lagi. kumpulan doramon saya ketinggalan di sumatra) dan buku sebagai pelarian.:mrgreen:

  6. @ morishige

    Mau gimana lagi? Yang muda mesti menghargai kejujuran yang tua *lirik pusink666*:mrgreen:

    Lha? Komik dan buku bahkan kitab Undang-undang itu sama saja. Tergantung bagaimana kita mengambil hikmah di dalamnya…. *halaah*😆

  7. @Morishige
    Kalo lo buku sebagai pelarian, maka Alex ngeblog sebagai pelarian. Biasalah tipikal bloger melankolis, aktif ngeblog kalo abis ditolak cinta…😀

    *menghindari timpukan sandal*

  8. @ pusink666
    😆

    Blogger melankolis?😆

    Ada benarnya itu, aktif ngeblog kalo emosi sudah naik ke ubun-ubun. Ditolak memang, tapi ditolak untuk menuntut federasi negara ini. Soal perempuan? Bah! Sudah sejak awal tahun kemarin tak pernah lagi awak keluarkan ucapan cinta-cinta itu. Maklum, dari dulu cuma bisa jadi figuran saja. Pengawan perempuan kalau perempuannya sedang butuh hiburan😆

    Cinta? Apa itu? Hari gini? Yang diminta sekarang hidup mapan, kamerad. Maka segala puisi segala sajak itu elok disampahkan kemari. Mari cari rupiah!😆

    Psss… pssst… proposal minta kredit ke UMKMakjang itu gimana?

    *ngakak*

  9. waaA4ch,,, p3nG9eM4r s4MuRaI-x j9 yAchh,,, s4MMMaa dUnk,,, 4kUwH jGa sKa, aP4HlaGi Si cooL SEijURo H1Ko, aaWWHhh,,, >__<

  10. @ Projen

    mas2…. sebagai balasan komen aja yach….
    karena aq liat mas pake avatar Enishi Yukishiro dan mas itu aq tau usianya berapa gituh, kekna gak pantes aja deh mas nulis2 kek gitu. aq tuh mrasa gimaaannaa gituhh… mw bela2in buang budjet utk komik di usia mas yg uda uzur? aduh…. mendingan buat beli toge deh….

    *disepak*😆

    Seijuro Hiko? Yang pake jubah seperti jubah drakula itu? Sosok berbadan Rambo tapi hati Rhoma😆

    @ @ morisighe

    Melempari dia sandal?😆

    Nanti, kapan2 ada orang mau latihan naik haji utk lempar jumrah, biar kuminta saja dia jadi titik target latihan melempar iblis😆

  11. Owh, bacaan favorit saya tetap komik Miiko. Maklum, kan masih SMP😳
    😆

    Etapi ya komik jaman sekarang jg banyak yang temanya berat-berat. Eh dari dulu ding😛
    Bagaimanapun gambar lebih mudah dicerna daripada tulisan:mrgreen:

  12. @ Aulia

    Nggak tahu cewek siapa pula dia itu, Aulia😆

    Bukan cewekku pastinya🙂 Orangnya saja macam laki2 perangainya.:mrgreen:

    @ Takodok

    Miiko?

    Komik macam apa pula itu, Des?
    Menarik? Ada buka-buka auratnya? Hah! Berdausa!

    *digampar*😆
    .
    .
    .
    .

    Err… Tema komik jaman sekarang memang berat-berat. Sudah macam skrips…. ahem… maksudku, tesis atau apalah itu yang diwajibkan pada mahasiswa🙄

    *kabur ah*

  13. yg pasti cewek sibapak e and mama e…
    punya nyokap lah … hahaha bahasa aneuk gaol…., hampir meukilah lidah teuh…😀

  14. @ Aulia

    Meukilah lidah😆

    Asai nanggroe bak rimba tuha.
    Asai droe bak tanoh ayah poma.

    Merantaulah bak jauh, sampai ke Jawa, Papua atau Eropa. Tapi elok-elok keseleo lidah. Terlalu gaul di negeri orang lupa bahasa negeri sendiri. Jadi alien nanti di kampung halaman sendiri.

    Kon meunan Aulia?

    Aku sudah acap2 lihat anak2 kampungan dari sini begitu. Sebulan di Jakarte pulang elu-gue. Ditanya, “Ha? Peu nyan? Kue?” merepet. Tak sadar riwayat lidah dulu makan terasi di tanah sendiri😆

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s