Nostalgila Bercitarasa Lawas

Kemarin itu, seorang blogger yang sempat kucurigai sudah uzur dia punya umur, mencak-mencak seakan punya hak soal tema tampilan blog ini yang katanya berubah-ubah. Terhitung sejak tanggal 31 Desember tahun lalu, memang tampilan blog ini berubah-ubah. Seplin-plan manusia dipermak oleh kehidupan harian, seplin-plan pemerintah gonta-ganti kebijakan, seperti itulah blog ini berganti-ganti tampilan. Umumnya dari semua tema yang berganti-ganti itu, disebabkan masih newbie sebagai blogger *mendadak merasa muda lagi* dan kemampuan yang cukup menyedihkan dalam hal memanipulasi gambar, maka yang menjadi andalan adalah tema blog yang fakir header, alias tanpa keharusan bikin header yang khas. Beberapa jenis tema fakir header dalam koleksi milik WordPress.Com yang tak seberapa banyak itu, misalnya Dusk, Solipsus, dan Sunburn.

Namun dini hari ini, setelah lelah cari-cari tema yang enak buat dilihat,  lumayan nyaman untuk dibaca, terputuskanlah oleh diri sendiri bahwa blog ini memilih Freshy theme sebagai tema untuk blog ini. Tema yang dulu… di tahun 2008 yang lampau sempat lama bercokol jadi tema andalan untuk blog lama yang sudah almarhum. Dan sentilan nostalgila masa gila-gilanya ngeblog itu pun terasa-rasa jadinya. Nostalgila yang terasa mesti diwujudkan, sesudah membongkar gambar-gambar pelengkap penderita eksistensi blog dahulu kala, yang masih tersimpan sehat walafiat di sebuah layanan bernama Photobucket. Nostalgila yang diwujudkan dengan cara menggunakan header khas dahulu kala, yang mesti dipermak agar sesuai dengan eksistensi blog yang baru diluncurkan ini.

Sebuah gambar lawas yang dihibahkan sebagai header blog lawas oleh seorang kawan di Surabaya yang sekarang juga usianya sudah lawas....

Tentu saja, semua keputusan itu tak lepas dari kritikan sehat Sang Blogger yang sering bikin mataku rabun ayam karena postingan-postingan bahasa Arab gundul dan bahasa Sunda yang tak kumengerti di blognya yang hitam macam dunia kegelapan itu. Sebagai seorang blogger yang tidak menutup diri terhadap kritikan yang membangun, aku mencoba mengapresiasi kritikannya, menghadiahinya pujian dan sebuah penghargaan: Memanipulasi ulang header lawas itu, sehingga bakatnya sebagai kritikus tidak seperti mereka yang muncul dalam aneka talk-show di layar kaca, tanpa solusi sama sekali padahal mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri.

Dan demikianlah: Empunya blog nyinyir itu dengan kerelaan hati menerima penghargaan tersebut. Sebuah keikhlasan yang layak didoakan masuk surga (minimal dia bisa gelar tikar menggelandang di taman sorga yang disebut-sebut ahli agama, seumpama malaikat juru kunci sorga eneg melihat sosok yang mengaku pernah dekat dengan seorang presenter bahenol di salah satu televisi swasta itu). Diberi tugas me-retouch ulang header lawas, disentil sana-sini, didebat soal dalil langitan dan urusan selangkangan, tetap saja tugas mulia itu dia selesaikan.

*ceritanya sedang terharu ini…*😎

Maka, dengan polesan jemarinya yang halus-bersentuhan-seni itu, *cuih! cuih! mual sendiri aku menulis kalimat penjilatan ini* blog inipun kembali seperti sediakala™ rasanya. Seperti bulan-bulan yang sudah silam. Header yang masih mirip dan tema tampilan yang sama, membawa aroma masa kejayaan Id.Wp.Com, di saat Facebook mungkin masih direspon dengan, “Facebook? Apa itu?”. Di saat  Plurk mungkin konyol terdengar seperti bunyi mencemplung di lubang kakus, dan Twitter belum semantap sekarang sehingga bisa menjadikan kata “innalillahi” sebagai trending topics meninggalnya Gus Dur (seperti sentilan ItikKecil yang membuatku tergelak semalam yang lalu), dimana batasan 140 karakternya membawa ingatan pahit pada tahun-tahun harga kartu perdana semahal harga emas dengan biaya untuk ber-SMS tidak murah sehingga mesti disingkat-singkat setiap kata setiap kalimat.

Ya, ya… terkadang sedikit bernostalgia itu ada indahnya memang… :mrgreen:

13 thoughts on “Nostalgila Bercitarasa Lawas

  1. Hahahaha pelanggan si Aris juga toh.😀 Sepertinya ini trik marketing; atau memang blogger hendak membuat kita merasa hutang budi, Lex.:mrgreen:

  2. Ane gak tau harus respon apa😕
    Tapi, tapi…

    […]seumpama malaikat juru kunci sorga eneg melihat sosok yang mengaku pernah dekat dengan seorang presenter bahenol di salah satu televisi swasta itu

    Sebut itu Tina Talisa!😈
    Bahwa si saia ini sempat foto bareng dia😛 yang membikin seorang blogger peleton 1979 gigit jari iri lalu uring-uringan :-”

    .
    .
    .

    @ Gentole

    Sepertinya ini trik marketing; atau memang blogger hendak membuat kita merasa hutang budi, Lex.:mrgreen:

    Meh, fitnah tanpa dasar🙄

  3. @ Gentole

    Hah? Yang benar saja? Manusia yang mengaku kere sampai tak bisa kuliah itu ternyata seorang bisnismen? Sungguh layak dimasukkan ke dalam hikmah-hikmah kehidupan di buku Chicken Soup for The Chicken Soul! Patutlah dia protes2 pentingnya institusi pendidikan di blognya itu:mrgreen:

    Berhutang budi? Hahahaha… Memang jadi berhutang budi rasanya, tapi aib-aib kehidupannya yg terlanjur diberitahu padaku tidak akan kuhapus lunas, biar sajalah… nanti kulunasi dengan cara lain:mrgreen:

    @ adhigama

    Itu gambar pemberian kawan dari Nias, konon bekas demonstran yang sudah keok ditelan zaman, jadi cuma bisa mengestafetkan cara memasturbasi the-so called reformasi, anarkisme, revolution, bla-bla-bla dengan cara bikin gambar begitu untukku😆

    @ blogger uzur™ sadar umur

    Bujuboneng! Disebut pula nama presenter semlohainya itu😆

    Sudah kubilang, kau blogger, kalo hendak punya perhiasan dunia berupa istri yang solehah wanita semolek itu, jadilah pengusaha. Biar muka lebih rusak dari muka TKW-TKW sumber devisa ekspor non-migas kita di negeri asing yang kena siram air asam, biar perut sudah melar bergantung lemak, biarpun batang bertuah di selangkang itu sudah lemes hingga cuma mampu keluar setetes, dijamin, digaransi sepanjang zaman: Yang lebih bahenol-demplon dari itu kau akan dapatkan! Presenter? Hah! Dari artis bokep Jepang sampai MIss Universe pun bisa kau dapatkan😛

    Seminimalnya kalo sudah mulai berbinis header, lanjutkan dengan sebaiknya. Tak dapat yang seperti Tina Talisha, masih banyak yang seperti Tina Toon….

    Bahwa si saia ini sempat foto bareng dia😛 yang membikin seorang blogger peleton 1979 gigit jari iri lalu uring-uringan :-”

    …….
    Gara2 melihatmu dengannya, tak nikmat lagi kutatap syahdu insan molek itu di acara yang dipandunya… kau merusak selera hidupku…

    @ Amd
    :mrgreen:

    Setidaknya sekedar mempermanis ingatan yang manis2 di masa ituh, Yaa akhi…😳

  4. Tema yang dulu… di tahun 2008 yang lampau sempat lama bercokol jadi tema andalan untuk blog lama yang sudah almarhum.

    Anda ngeblog dari dulu toh? Kasian sekali, sibuk ngeblog membuatmu menjadi mahluk anti-sosial. Tidakkah akhi lihat betapa di luar sana mbak-mbak SPG ber-rok beberapa senti diatas lutut itu menggoda kejantananmu? Tinggalkan blog dan bersegeralah mencari pendamping sebelum semuanya terlanjur jadi odol.

    *membayangkan anak muda bertahun lahir 1982 belum merasakan coitus :D*

  5. @ pusink666

    ……..

    Nomor As yang katamu dipegang binimu itu masih ada. Perlu kukirimkan skrinsut komen ini padanya?:mrgreen:

    @ gunawanrudy

    Kalo ada hujatan, mohon arahkan ke pembuat header itu😎

    *cucitangan.com*

  6. @ mbak gunawanrudy

    akh, capek nungguin teksnya kebaca semua.

    —-> Mbak Alex (yg avatarnya pakai cadar): “Kalo ada hujatan, mohon arahkan ke pembuat header itu”😎

    […] macam liat html marquee di jaman smp dulu saja.

    Aih, saya kan masih newbie, Mbak Gun, masih butuh bimbingan😳

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s