Belum Ada Judul

Intro : G C G C G

G        D/F#      Em
Pernah kita sama-sama susah
C                     D
Terperangkap di dingin malam
G   D/F#        Em
Terjerumus dalam lubang jalanan
C                          D
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Em             C    D   G
Terjerat mimpi yang indah. Lelah…

G        D/F#      Em
Pernah kita sama-sama rasakan
C                        D
Panasnya mentari hanguskan hati
G         D/F#      Em
Sampai saat kita nyaris tak percaya
C                       D
Bahwa roda nasib memang berputar
Em            C   D    G
Sahabat masih ingatkah, kau…?

Am     G       F        Em
Sementara hari terus berganti
Am        G         F         Em
Engkau pergi dengan dendam membara
D
Di hati…

G D/F# C
G B C
G  D/F# Em C D

G       D/F#     Em
Cukup lama aku jalan sendiri
C                           D
Tanpa teman yang sanggup mengerti
G        D/F#       Em
Hingga saat kita jumpa hari ini
C                     D
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Em             C  D     G
Kau tampar bangkitkan aku, sobat…

* * *

Apalagi yang bisa kukatakan, Wa, selain bahwa kau cuma salah satu dari sedikit yang tersisa, dari angkatan kampus, di kampung halaman ini?  Bahwa kau satu dari sedikit yang masih waras menajamkan mata untuk melihat apa-apa seringai di balik topeng orang-orang tua yang sudah sama kita kenal, yang kita tahu nama dan perangainya di luar kampung halaman ini?

Aku jenuh, ya. Aku bosan, ya. Aku capek dengan segala tailembu kebenaran dan keadilan, ya. Aku mau menyerah dan memilih senyum manis teller bank yang mengedip mata mengaku masih alone-alone in the bed itu, ya. Aku terpancing bisik sombong untuk menepuk buntalan uang setoran toko yang bikin antrian di belakang mengurut dada untuk tahu diri karena cuma setor puluhan/ratusan ribu, ya. Aku terhasud pengkondisian bawah sadar untuk mulai tertarik menjadi satu dari bandit-bandit kecil yang pintar menelepon bapaknya untuk setor jaminan sebab ketangkap mabok psikotropika, ya. Aku mulai ngiler untuk menjadi don juan yang memamerkan harta bapak-moyangnya dalam gaya hidup flamboyan, ya. Aku sudah nyaris membenarkan semua penyeragaman bawah sadar seperti yang sama kau tahu, YA!

Tapi kau, satu dari beberapa yang masih bikin kesadaran yang mungkin semu, bahwa ada yang salah dengan semua itu, dalam segelas kopi di warung kampung yang sepi tanpa Wi-Fi. Kau satu yang dari yang pulang ke kota kecil ini, ke kabupaten yang defisit dan kena ancaman depdagri karena korupsi sudah macam jamaah tarawih di bulan ramadhan, yang tanpa muka berdosa menguras anggaran dari setoran pajak ibu-bapak-handai-tolan-sanak-kerabat-ahli-famili-petani-nelayan-kenalan-sahabat di desa dan kota dalam radius kabupaten kita.

Kita…

Kita yang tak punya apa-apa lagi, Wa, aku tahu benar itu. Partai lokalku? Siapa peduli idealisme di jaman pukimak ini? Serikat pekerja yang sepi tanggapan dari relawan advokasi? Siapa yang mau percaya sibiran tulang saudagar ambil peduli pada kaum kuli?

Cuma blog ini dan cuma blog ini saja… lapak emperan untuk menggelar obralan kenyataan dan impian celaka tentang kehidupan yang berpihak pada akar rumput yang dipijak-pijak skenario land reform ala ring ini dan ring itu dalam lingkaran pagar pendopo-pendopo yang masih sanak-kerabat kita sendiri!

Aku mau menyerah, Wa, sama seperti kau pernah hampir putus asa.

Tapi… kita masih punya beberapa gelas kopi untuk dicicipi, dan parodi pada tragedi untuk menghibur hati. Kita masih punya stok utopia dan apologia agar esok kita tak sampai membeli tali kerbau dan sekaleng Baygon untuk bunuh diri. Kita masih muda, belum di atas 30-40-an seperti “mereka” yang sudah mapan dalam kehidupan dan sudah mapan dalam menertawakan kehidupan dengan sengkarut analisa bau pustaka. Kita masih muda, masih dalam fase hidup yang “belum ada judul” apa-apa.

Kita, Wa… masih punya Tuhan dalam berharap, berjanji, bermimpi, berdoa, mungkin sesekali bercaci-maki…

Ngopi kita malam ini, Wa?

3 thoughts on “Belum Ada Judul

  1. *Hiatus mode On*
    [seolah-olah di forum mode ON]
    Last edited : February 25th, 2010 at 10:51 PM. Reason: Hiatus batal setelah acara ngopi yang tidak batal, disebabkan beberapa hal batal untuk tidak dibatalkan dalam waktu yang sebatal-batalnya.
    [seolah-olah di forum mode OFF]

  2. Kopi susu dingin 2…

    hari ko awak yg di danga (protes), jo isuk pagi kane pabuah (d protes)…

    ^_*

  3. 😆

    Memang begitu, Wa. Dunia berputar memang. Ahahaha…. ba-a kabar tuangku-tuangku yang dahulu acap ceramah moral di mimbar-mimbar, eh? Kenak mobil plat merah diam muncungnya. Dosanak pula lagi. Memanglah…😆

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s