Buntu

Buntu itu adalah sebuah tembok di satu lintasan gagasan. Buntu itu juga sebuah rumah dengan pintu dan jendela tertutup. Buntu adalah kertas dengan dawat terputus, seperti nafsu bernafas di balik cawat kena coitus interuptus.

Buntu adalah sebuah cerita tentang guru Bahasa Indonesiaku yang meninggal karena sakit, dan pelajaran Bahasa Indonesianya tak membantuku menuliskan kesedihan menjelang tujuh hari kematiannya. Buntu adalah kenangan yang tak terungkap pada kumpulan karya-karya kampunganku yang pernah kuserahkan padanya dan mungkin tak akan pernah dimengerti ahli warisnya. Buntu adalah airmata yang sudah terlalu sombong dalam kedewasaan usia untuk menumpahi nisan dan meja belajar.

Buntu juga ketermanguan pada tukang becak yang bertahun kukenal dan di ramadhan ini tiba-tiba tegak di pintu rumah meminta sedekah, karena pemerintahan bedebah ini cuma diisi pemain ketoprak yang tak lebih kocak dari Opera van Java. Buntu adalah kesedihanku pada tergadainya becak tua bangkanya demi biaya sekolah anaknya tahun ini. Buntu adalah kepedihanku pada goni kumal dan malu-malu wajahnya berkata, “Beras pun boleh…” di pintu rumah. Buntu adalah ingatanku pada kuat tenaganya di gudang toko, kuat betisnya mengayuh becak tanpa mesin dengan beban berkilo-kilo. Buntu adalah geretak geraham melihat pidato kemerdekaan di hari yang sama mantan tukang becak belajar mengemis, pada wajah-wajah VIP di layar kaca dan menahan lidah meneriakkan:  “Pukimaklah klean!!!”

Buntu adalah keterputusan lidah untuk berkata, tinta untuk menulis, dan jemari untuk menari. Buntu adalah dansa Cha-cha dalam kepala yang ditarikan sendiri, bukan untuk apa-apa….

Buntu… adalah sebuah postingan seperti ini…

Iklan

3 thoughts on “Buntu

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s