Pelarian

(Cerita Buat Gadis N.A.)

Pernah dia datang
membawa setangkai bunga matahari.
Tadah matanya rindu tenang
minta diselami.

Di bibirnya terselip madu
Di jariku tersalib racun.
Sebinar matanya merayu
Membakar aku dicumbu lamun.
Sebelum tulang tertenun
jadi debu: Itu bibir minta kulum,
minta kuracuni sekecup cium.

Tapi ada suara dalam hatiku
menggugat sendiri: Cintakah ini,
ataukah cuma sehela nafsu?

Lama kami hisapi bisu.
Selam-menyelam jiwa sejenak itu.

Dia rabai dada, rabai hati
mencari jawaban tanya: Adakah kita, adakah
kita punya dua nyawa
dulu sama satu jiwa?

Adakah engkau padaku ngigau? Pernahkah padaku
hatimu risau?

Aku diam, sesunyi malam.
Waktu mengiris hari setajam pisau.
Meluka bentang antara kami.
Berasing sendiri, dipesiang kebisuan sepi.

Dijarak mimpi, jam yang berdetak.
Sisa seutas harap menaut pasak.
Ini kapal tanpa pelabuhan, tanpa mercu suar.
Tanpa kejora kepagian
iseng menyinar.
Dan kelasi sendiri bersiul rindu
Pada perawan dalam dekapan
Lain lautan
yang lebih biru.

Ah, hati yang menahkodai diri: Kenapa lama
di bibirnya kau biarkan dia menanti
jangkarmu melabuh dermaga
dan ‘carianmu berhenti?

[5 pagi, 4 September, 2010. Kuala Unga. Dalam perjalanan Blangpidie – Banda Aceh. ]

16 thoughts on “Pelarian

  1. Benar sekali. Mesti berhati-hati memang. Salah terperangkap, kapal bisa enggan melenggang bertualang, kelasi bisa jadi banci…

    *ikutancurcol.net*

  2. Mengapa berlari jika aku tegak disini
    Mengapa gundah ketika di depan mata nampak jawab setiap resah

    Jangan mendesah, hentikan sgala keluh kesah.
    Mari, tengok labuhan baru
    Tinggalkan yg lalu🙂

    *ah tak pandainya aku buat puisi macam kau bang🙂 nice one, like this!*

  3. Ngapain pula si “chairil” berjalan2 antara banda aceh dan blang pidie…:)

    Hebat bisa ngikuti gayanya, mencaplok satu dua kata dengan tetap menjaga indahnya.
    Ditunggu karya orisinilnya lex…

    Salam..

  4. @ Eka

    Lah, itu juga jadi puisi namanya. Sudah bagus itu. Kata cuma permainan saja, sebab makna adalah kita yang memberikannya😀

    @ Mina

    Begitulah adanya. Bukannya ada pendapat bahwa “saktinya” kecintaan pada Hawa bikin Adam rela sama-sama durhaka pada Tuhannya?😛

    @ Neuneuk
    😆

    Sudah kuduga, pasti ada yang bisa meraba kata-kata di sini. Pasti merasa dejavu dengan karya Chairil Anwar. Susah, Bang, melepas diri dari binatang jalang satu itu. Sudah lampau merasuk sejak di bangku SD:mrgreen:

    Jadi puisi ini benarnya ada pengaruh dari puisi-puisi Chairil Anwar juga. Bisa dilihat di sini. Beberapa diantaranya itu:

    – Mirat Muda, Chairil Muda
    – Sia-sia
    – Kabar Dari Laut

    Jadi meminjam kata-kata Chairil, terkadang ada kata yang sudah jadi yang boleh dipinjam, boleh dikupas, ditimbang, atau malah dibuang, dalam pidatonya di gedung Pusat Penerangan Jepang. Hal ini berlaku juga untuk saduran. Jika dibandingkan terjemahan asli “Pulanglah Dia Si Anak Hilang”-nya Andre Gide dengan versi saduran Chairil Anwar, terasa kata-kata Chairil itu lebih hidup, meski dimasukkannya kata-kata pasaran juga. Atau seperti sajak “Datang Dara, Hilang Dara”-nya Hsu Chi Moh yang diterjemahkannya. Sajak Karawang Bekasi”-nya Chairil di tahun 1943, yang dicurigai terjemahan/saduran tak resmi dari “The Young Dead Soldier”-nya Archibald McLeish, jauh lebih bermakna dibikinnya😆

    Tapi susah juga benarnya untuk “mencopet” kata-kata yang sudah jadi dengan tetap menjaga jarak dengan penggunaannya dalam sajak aslinya. Seperti lagu, kita dipengaruhi oleh musik/band/album/lagu favorit juga dalam bikin lagu baru😕

  5. gak usah disebutkan juga memang sudah kerasa Chairil-nya lex.😛

  6. Setuju lex.. cuma bagi yang akrab dengan chairil, serupa makna saja sudah terasa, apalagi jika serupa 2-3 kata.

    Selam-menyelam jiwa sejenak itu.

    Itu bibir minta kulum,
    minta kuracuni sekecup cium.

    kita punya dua nyawa
    dulu sama satu jiwa?

    Berasing sendiri, dipesiang kebisuan sepi.

    jam yang berdetak dll
    (itu khas kali kata2 si binatang jalang itu…:)

    kau punya account twitter lex?
    kau follow @haspahani
    bisa menambah indah karya2mu.

    salam

  7. kurasa, katakata dan kalimat setelah titik dua itu, yg ingin kau uraikan, bukankah kadang 2 lelaki beda generasi punya tanya yg sama?😀

  8. @ Professor Satchafunkilus

    Begitu ya?:mrgreen:

    Ah ya, maaf. Moderasi cuma berlaku untuk komen pertama (dengan alamat email yang baru) saja😀

    @ Musafir

    Hehehe… iya, yang akrab pastilah tahu-kenal dengan diksinya. Tapi dibilang kita menjiplak total-total, ada keliru juga. Bahasa Chairil Anwar, macam manapun, dipengaruhi bahasa Indonesia bercorak Melayu, terutama Melayu Deli, yang terbawa sampai ke Aceh kita di sini. Aceh pesisir tepatnya. Seperti kata “mempesiang” itu, bisa bermakna menguliti, mengupas, yang menjadi bahasa dalam rumpun Melayu, seperti kata “pesiang” yang dipakai suku bangsa Minang dan Aneuk Jamee.

    Ada akun twitter aku, Bang.

    http://twitter.com/alexcobain

    Oke, coba kulihat @haspahani. Makasih sarannya😀

    @ haziran

    Benar. Itu yang selalu bikin meragu. Kau tahu, meragu perempuan karena perasaan, meragu jantan karena pikiran. Dua-duanya saling mencari-tahu lebih dulu, apakah ini bahaya sesaat yang bikin seru, bikin jantung mendebar macam bungee jumping, ataukah memang keabadian insting?😀

  9. @ hazziran

    Bahaya sesaat yg kumaksud itu, seperti kau bungee-jumping. Adrenalinmu menderu-deru, jantungmu mendegup. Kapan? Saat kau melayang jatuh.

    Jatuh cinta itu begitu pula. Bisa mudah terasa, bisa mudah hilangnya, kalau kau tak memelihara kenang camana debar kali pertama.

    Soal laku bukan soal susah. Kau cuma perlu menopengi diri dengan manisnya. Tapi soal bertahan, itu lain cerita😆

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s