Posted in Februari 2011

Madah Terakhir

Madah Terakhir

Belasan tahun lalu, sekumpulan manusia yang menyebut diri mereka seniman, berkumpul di satu koordinat di Pulau Jawa, dan membicarakan sebuah sajak empat baris dari seorang anak muda asal Sumatera. Sajak kesedihan dengan kata “kematian” tercantum di dalamnya. Sajak yang dikomentari oleh salah satu diantara mereka sebagai sajak “telengas”, karena langsung memulai sajak dengan menyebut obyek … Baca lebih lanjut