Demikianlah, Chril!

Hidup cuma menunda kekalahan. Tambah jauh dari cinta sekolah rendah.

Demikianlah katamu. Demikianlah makna kata menemu.

Itu kata mengucur luka. Mengucur duka.

Aku dan dia yang sama berkaca dalam kata,

sama bertanya, bisa jadi sama ‘nerima.

Setelah sama tiba di satu langkah,

seperti di Karawang kau melangkah di kerlingan Hafsah.

Bertemu orang sebelah. Sepadan pakat nekad menikah.

Berkata pula, biar pun enggan memasrah dalam dada:

Hidup mungkin cuma menunda kekalahan.

Tambah kami jauh dari cinta sekolah lanjutan.

Demikian, Chril. Demikian.

One thought on “Demikianlah, Chril!

  1. Ping-balik: Philosophical Suicide « Catatan Gentole

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s