Posted in Desember 2011

Catatan Akhir Desember 2011

Catatan Akhir Desember 2011

Sudah setahun lewat, sejak terakhir kali aku menulis catatan khusus penutup tahun. Catatan yang mungkin begitu biasa hadir di bulan Desember di banyak blog, buku harian, atau bahkan sekedar status beruntun di jejaring sosial. Sesuatu yang cuma kulakukan di tahun 2009, namun tidak di tahun lalu. Tahun 2010, bulan Desember berlalu begitu saja. Bahkan di … Baca lebih lanjut

Jika Kelak Umur Beranjak Dan Di Bumi Kita Masih Bersama Menjejak

Jika Kelak Umur Beranjak Dan Di Bumi Kita Masih Bersama Menjejak

Jika kelak umur beranjak dan di bumi kita masih bersama menjejak, aku harap Tuhan mengingatkan istriku, Mizah -perempuan yang telah kupilih dari yang banyak, dan telah memilihku pula dari yang banyak- untuk membacakannya ini sajak: Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu Sementara kau kenangkan encokmu kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang Dan juga … Baca lebih lanjut

Isa

Isa

kepada nasrani sejati Itu Tubuh mengucur darah mengucur darah rubuh patah mendampar tanya: aku salah? kulihat Tubuh mengucur darah aku berkaca dalam darah terbayang terang di mata masa bertukar rupa ini segara mengatup luka aku bersuka Itu Tubuh mengucur darah mengucur darah {Chairil Anwar, 12 November 1943}

Self Immolation

Self Immolation

 Karena terkadang kata-kata memang sudah menjadi abu. Kehilangan makna di depan mereka yang pura-pura bermata buta, bertelinga tuli, bermulut bisu. Antara seorang Sondang Hutagalung dan kisah lama seorang biksu: ada penghormatan pada kalian yang mati menjadi debu. Membakar diri kala semua kata sudah hilang suara. Terkadang memang mesti bicara dengan api, karena kemarahan  tiap diri, … Baca lebih lanjut

Selama Azazil Bukan Chairil

Selama Azazil Bukan Chairil

Aku ingin hidup selama Azazil. Bukan selama pinta Chairil. Mencicipi keabadian jadi petualangan. Biarpun tahu kecupan lekas tinggal kenangan. Aku tak ingin hidup seribu tahun lagi, tidak seperti Kawan lamaku berlagu Doa. Berlari habis-habisan mengobar api, lalu menyerah di bawah derai-derai cemara. Tuhanku, Tuhanku! Aku mau hidup selama Azazil. Biarpun di pundak memikul dosa. Biarpun … Baca lebih lanjut