Selama Azazil Bukan Chairil

Aku ingin hidup selama Azazil.
Bukan selama pinta Chairil.
Mencicipi keabadian jadi petualangan.
Biarpun tahu kecupan lekas tinggal kenangan.

Aku tak ingin hidup seribu tahun lagi,
tidak seperti Kawan lamaku berlagu Doa.
Berlari habis-habisan mengobar api,
lalu menyerah di bawah derai-derai cemara.

Tuhanku, Tuhanku!

Aku mau hidup selama Azazil.
Biarpun di pundak memikul dosa.
Biarpun mengucur sakit di urat saraf.
Karena seribu tahun harap Chairil
Cuma sekejap saja menikam dada.
Kumau abadi, tinggi menadah ampun di Al A’raf.

[Blangpidie-Bogor, November-Desember 2011]

Iklan

2 thoughts on “Selama Azazil Bukan Chairil

  1. Benar, Bung.

    Macam Si hedonis Abu Nawas juga. Cerdik dia: ke surga tak pantas, ke neraka tak sanggup. Akhirnya minta ampunan juga.

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s