Self Immolation

Thich Quang Duc

 Karena terkadang kata-kata memang sudah menjadi abu. Kehilangan makna di depan mereka yang pura-pura bermata buta, bertelinga tuli, bermulut bisu. Antara seorang Sondang Hutagalung dan kisah lama seorang biksu: ada penghormatan pada kalian yang mati menjadi debu. Membakar diri kala semua kata sudah hilang suara. Terkadang memang mesti bicara dengan api, karena kemarahan  tiap diri, tiap penduduk negeri, tiap umat, tiap rakyat, pada situasi dan kondisi hakikatnya adalah api. Kalian adalah cerminan potret manusia dari zaman dan negeri-negeri kalian sendiri: yang hidup menganyam mimpi, dan diam-diam membakar diri dengan segala kemarahan pada para bangsat-perampok-bajingan-keparat-haram-jadah bernama aparat-aparat congok berbaju pemerintah.

Untuk kalian: sebagai salah satu pengecut warga republik ini, yang belum mampu membakar mimpi menjadi abu, kunyalakan rokokku, tanda penghormatan seperti ritual para Indian, untukmu.

2 thoughts on “Self Immolation

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s