A Beautiful Lie

14 thoughts on “A Beautiful Lie

  1. Nggak juga. Aku malah bikin blog baru di sini, meski lebih untuk backup saja sementara ini. Aku ini kan blogger di kolom komentar. Postingan sendiri malas update, tapi rajin ngeblog di kolom komentar orang lain😆

  2. Hehe belom pernah tau lagu ini, pas muter, malam2 gini..
    Lsg diomelin hubby :)) saking keras dan musiknya sedikit rock gitu kan?😀

    Welcome back bang

  3. Jyaaaah… dia putar lagu begini malam-malam. Biniku saja bisa ngomel-ngomel kuputar David Bowie😆

    Huehuehue… di-welkom back. Terharu … :’)

    Kayaknya memang mau balik ke blog ini. Jenuh. Jenuh dengan dunia jejaring sosial. Haha. Membunuh kalimah-kalimah saja dengan batasan karakter di sana.:mrgreen:

  4. Benar. WordPress ini tetap saja lebih terasa ringan dan nyaman dibanding blogspot. Kecuali kalau kita terlalu peduli dengan tema tampilan. Tapi siapa peduli. Bagiku blog cuma untuk menulis. Bukan untuk bermain keindahan desain belaka.
    Aku pakai itu untuk backup akhir tahun ini saja.😀

  5. Kenapa link blogku gak pernah masuk kalo komen disiniiii? :((

    Btw aku pun jenuh dengan sosial media, buka FB mungkin 2-3 hari sekali, twitter pun lebih sering ngoceh sendiri, jarang baca2 tweet orang.
    Aku lebih suka ngeblog, lebih puas dan lebih everlasting. Tulisan 2 tahun lalu pun masih bisa aku nikmati🙂

  6. Itu pun aku juga bingung. Kenapa nggak masuk tautan alamat blognya? Yang lain ada semua itu. Kukira malah Eka sendiri tidak meletakkan tautan itu😐

    Socmed belakangan cuma nge-FB doang. Pelan-pelan juga mulai sering ke Google+. Ngetwit sudah jarang. Selama bulan-bulan ini cuma ditengok sesekali. Pembatasan karakter untuk jumlah huruf itu mungkin bisa menjadi gangguan kejiwaan karena membatasi karakter diri sendiri menurutku:mrgreen:

  7. Beautiful lie?
    Hanya kebohongan orang tua yang indah, tapi tidak ketika anak membohongi ortunya…😦

    *eh kenapa saya ngomong begini ya?*

  8. @ Almascatie

    Mana blogspotmu?😛

    @ Asop

    Ah… kau ada benarnya. Kadang-kadang memang indah juga mereka berbohong. Mereka akan bilang anaknya tampan, akan melindungi aib si anak, bahkan meski anaknya jelek dan tidak bermutu…

    *ngaca penuh haru*

    Ya, penggemar Liverpool sejak kenal sepakbola Inggris. Sejak era McManaman dan Jamie Redknapp😀

    Salam kenal. Kutautkan blogmu ya😀

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s