Pedoman Pemberitaan Media Siber?

Semalam sempat kesasar ke postingan milik Budi Rahardjo dan menemukan berita tentang disahkannya pedoman pemberitaan media siber oleh Dewan Pers dan Komunitas Pers. Dan dalam pedoman pemberitaan yang disahkan oleh DEWAN PERS dan KOMUNITAS PERS itu tercantum juga BLOG di dalam ruang lingkupnya. Tertulis begini:

1. Ruang Lingkup

a. Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.

b. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.

Apa yang terpikir olehku saat membaca berita itu? Teringat SOPA dan PIPA?:mrgreen:

Begitulah.

Benar memang, itu cuma sebuah pedoman. Tapi, jika melihat pada beritanya, tidak ada satu pun dari yang mewakili para blogger, baik personal atau kelompok, untuk mengesahkan pedoman pemberitaan itu. Lagipula, mengingat selama ini -silakan dikoreksi pendapatku ini- Dewan Pers dan segala geng-geng bernama organisasi pers itu, apa pernah menganggap benar-benar bahwa setiap blog dan setiap blogger adalah bagian dari mereka? Di bagian mana segala aturan, undang-undang atau bahkan AD/ART Dewan Pers jelas-jelas mencantumkan para blogger, yang kebanyakan individual, tak berkantor berita, dan paling banter berwadahkan komunitas di republik ini, adalah bagian dari pers Indonesia? Jika ada yang bisa mencerahkan, tentu akan sangat membantu dan aku akan sangat menghargai pencerahan soal itu.

Sebab, aku tidak pernah tertarik dengan kontroversi baheula soal old media vs new media seperti pernah kusinggung dalam salah satu komentarku di postingan blog ini. Meski memang kadang-kadang kutengok dan kurasa, media yang sudah ada, yang diakui jelas-jelas di bawah Dewan Pers dan segala atribut-atribut di bawah lembaga itu, seperti tidak pernah menganggap blog merupakan bagian resmi dari mereka. Tapi tiba-tiba meresmikan sebuah pedoman yang melingkupi jagad blogsfer. Ini serasa membaca kabar soal ada sebuah rapat di kelurahan dengan pihak kelurahan tidak pernah menganggap ada sebuah dusun, namun melakukan pengesahan pedoman bla-bla-bla dan menyinggung keberadaan sebuah dusun itu. Aku boleh jadi salah. Dan memang, soal berita ini, belum lagi kukaji habis-habisan. Ini postingan cuma soal rasa tak nyaman. Semacam rasa tak nyaman kala bikin postingan soal Permen Konten. Dan memang tak nyaman.

3 thoughts on “Pedoman Pemberitaan Media Siber?

  1. Sepertinya lagi tiarap itu. Biasalah. Arus berita dan isu di internet kan termasuk arus mainstream, bahkan lebih parah dari media di luar internet. Di internet segala isu cepat jenuh:mrgreen:

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s