Posted in Maret 2012

Rima Ababil

Rima Ababil

Karena memang mesti ada yang turun dan mengatakan pada mereka, pada para penguasa, pada Cikeas, pada besanan Rajasa, pada istana, pada gedung parlemen, pada koalisi partai berdagang sapi di ruang lobi: bahwa di atas langit masih berlapis-lapis lapisan langit, dan di bawah tanah masih berlapis–lapis kerak neraka, sehingga siapa pun mereka yang merasa dirinya tuhan-tuhan di negeri … Baca lebih lanjut

Film The Raid (Serbuan Maut Yang Tak Maut)

Film The Raid (Serbuan Maut Yang Tak Maut)

Kenal dengan poster film ini? Ya. Sesuai judul di gambar tersebut, poster yang gaya berdirinya mirip dengan poster film Battleship itu, adalah poster film The Raid: film yang digunjing-gunjingkan sejak tahun lalu akan menjadi sebuah film yang “maut” sehingga aku pun pernah terbawa hype serupa fanboys Apple sibuk berwacana-berprediksi akan seperti apa iPhone enam bulan ke depan. Bukan … Baca lebih lanjut

Nocturno

Nocturno

…………………………………….. Aku menyeru – tapi tidak satu suara membalas, hanya mati di beku udara. Dalam diriku terbujur keinginan, juga tidak bernyawa. Mimpi yang penghabisan minta tenaga, Patah kapak, sia-sia berdaya, Dalam cekikan hatiku. Terdampar… Mengenyam abu dan debu. Dari tinggalannya suatu lagu. Ingatan pada Ajal yang menghantu. Dan dendam yang nanti membikin kaku… …………………………………… Pena … Baca lebih lanjut

Yang Dikenang Dan Yang Dilupakan

Yang Dikenang Dan Yang Dilupakan

Aku tak pandai lagi memasang luku. Ketika Ibu meninggal kutulis sajak tentang derita — Dunia melupakannya. Kemudian kutulis cerita bagaimana ia naik ke sorga. Dunia terharu — Tentang duka tak sepatah. Pedang dan tombak kini terbalut debu. Tinggal aku mencatat: Penyair selamat menyeberang danau perahunya di pantai tinggal kerangka. . . . . . Update … Baca lebih lanjut

Catatan Di Senin Pagi

Catatan Di Senin Pagi

Sudah dua mingguan berada di Kota Bogor, dan lama-lama memang sudah terasa biasa di kota ini. Mungkin beberapa tahun lalu, atau kala masih remaja, akan susah lekas beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi mungkin karena pengalaman berkeluyuran di masa kuliah pula maka segala tempat kini lekas biasa, lekas lekat seperti bangku-bangku kereta jadi biasa untuk meletakkan … Baca lebih lanjut

Mencicipi iOS 5.1 Di iPhone Tua

Mencicipi iOS 5.1 Di iPhone Tua

Jadi begini… iPhone bukan ponsel favoritku. Dulu pernah, tapi tidak lagi. Jika harus memilih apakah ponsel produk Apple atau produkan lain berbasis android, aku dengan ikhlas hati akan memilih android saja. Android memang bukan sesuatu yang sempurna, namun setidaknya aku merasa lebih memiliki kebebasan dengan benda berbasis android daripada berbasis iOS. Ini subjektif tentu saja, … Baca lebih lanjut

Nongkrong Di Pasar

Nongkrong Di Pasar

Sebagai anak dagang yang besar di kawasan pertokoan pasar, bahkan meski kemudian pindah ke kampung dimana rumah keluarga orang tua berada, yang namanya nongkrong di pasar seperti sudah menjadi tabiat tersendiri. Sesuatu yang sepele dan dulu dilakoni karena memang menjadi kawasan bermain belaka, seperti kubacritkan dalam postingan nan silam; namun di kemudiannya menjadi sebuah kebiasaan … Baca lebih lanjut

Masalah Komentar Berulir Yang Disarangkan Dan Kewajiban Login Fardhu ‘Ain

Masalah Komentar Berulir Yang Disarangkan Dan Kewajiban Login Fardhu ‘Ain

Menjelang siang tadi, saat membaca-baca beberapa blog kawan-kawan blogger, istri sempat berkomentar bahwa dia suka dengan sistem komentar berulir seperti yang dipakai oleh sejumlah blogger di WordPress. Dan beliau bertanya kenapa aku tak menggunakan fitur itu saja. Aku jadi menimbang-nimbang jawaban dan segudang alasan. Jadi begini… Aku sendiri bukan tak suka benar dengan sistem komentar … Baca lebih lanjut

Pretend To Be…

Pretend

Kuotasi basi. Apa yang dibacritkan Kurt Vonnegut ini sama hakikatnya sama seperti bacrit Mario Teguh. Gampang ditemukan dimana saja di internet. Tukang becak di kampungku pun bisa mengucapkan kalimat bijak serupa. Tapi inilah dunia metanarasi: hal-hal yang kita bahas di era post-modernism adalah perulangan rotasi. Seperti obrolan kala ngopi.

Baca lebih lanjut

Potret Arogansi Aparat Kita Kala Kendaraan Mereka Enak Menerobos Lampu Merah Dan Melanggar Hak Pengguna Jalan

Potret Arogansi Aparat Kita Kala Kendaraan Mereka Enak Menerobos Lampu Merah Dan Melanggar Hak Pengguna Jalan

Kemarin mendapatkan sebuah kiriman foto dari seorang kawan di Banda Aceh, tentang sebuah insiden tabrakan di salah satu persimpangan utama kota. Tepatnya di kawasan Jambo Tape, depan Mako Brimob, Banda Aceh. Insiden tabrakan ini, dikisahkan kawan, bermula dari sebuah truk polisi menerobos lalu-lintas. Menerobos lampu merah kala semua orang sudah berhenti, dan di jalur lain … Baca lebih lanjut