Pretend To Be…

Pretend

Kuotasi basi. Apa yang dibacritkan Kurt Vonnegut ini pada dasarnya sama seperti bacrit Mario Teguh yang dinilai ±Rp. 700.000/menit. Gampang ditemukan di mana saja, apalagi dengan search engine di internet. Tukang becak di kampungku pun bisa mengucapkan kalimat bijak serupa. Tapi inilah dunia metanarasi: hal-hal yang kita bahas di era post-modernism adalah kalimat-kalimat dari perulangan rotasi. Perulangan sejarah yang itu ke itu juga. Tak henti, tak peduli semesta berbentuk bulat, pelana kuda atau serupa terompet sangkakala. Hal-hal yang dibicarakan seperti biasa di pagi atau sore hari dalam obrolan ringan kala ‘ngopi.

Iklan

16 thoughts on “Pretend To Be…

  1. Sekilas tadi kukira Kurt Voldemort 😳

    Kurt Voldermort? Itu musuhnya Harry Portir yang pensiun dari band Nirwana kah? :mrgreen:

    Ah, aku mau berpura-pura jadi Brain saja. Setiap malam mencoba menguasai dunia!

    *siap-siap menulis entri The Protocols of the Lambrtz of Iron Lion Zion, gera’an konspiratif rastaceria menguasai dunia bermabes di Lionpura* 😎

  2. Tapi inilah dunia metanarasi: hal-hal yang kita bahas di era post-modernism adalah kalimat-kalimat dari perulangan rotasi
    |

    Memang begitulah teah tersebutkan, kemarin 2 atau 3 tahun yang lalu, bertinta merah, saat ini beranarki diri, ah kemana itu bungker, tak sempat ku silaturrahmi, tapi pagi tadi telah ku sapa lewat selarik garis lurus acehline 😀

  3. metanarasi… istilah baru untuk saya…
    Saya menangkap makna sederhananya:
    Kata bijak bisa diciptakan oleh siapa saja, tapi mengapa harus oleh orang-orang itu?

  4. Salam kenal; Bang Alex 😉

    Kalau metanarsis yang seperti apa ya, Bang?

    *asal ngomen dulu, biar eksis*

  5. saya malah belum tau itu pak Kurt

    mungkin kalimat yang bagus diwaktu yang bagus, dan penyusunan kata-kata singkat namun bagus,
    ah saya ya kalah hebat tentu dengan sang tukang becak di atas, mungkin :mrgreen:

  6. Perbedaan cuma pada siapa berkata,tidak pada apa di kata.

    #seperti aroma terasi,tidak baru,tidak lama,basi,basi,basi,terasa gurih,asin,asin,asin. #

  7. @ Idah Ceris

    selalu tidak masuk dalam otak kalau baca-baca disini. 😀

    Ha? Begitukah? 😯

    perlu belajar dari bapak alex iniii. 😉

    Waduh! 😯

    Aku ini ndak ada bakat jadi guru euyy 😳

    @ Fendy

    Memang begitulah teah tersebutkan, kemarin 2 atau 3 tahun yang lalu, bertinta merah, saat ini beranarki diri,

    *njleeb* 😆

    ah kemana itu bungker, tak sempat ku silaturrahmi, tapi pagi tadi telah ku sapa lewat selarik garis lurus acehline 😀

    Bungker masih ada. Cuma yang lama-lama sudah terpencar-pencar juga. Ada yang di Medan, Bogor, Jakarta dan Surabaya. Tapi banyakan masih di Banda Aceh. Di KPLI atau di BPDE 😀

    @ Falzart Plain

    Saya menangkap makna sederhananya:
    Kata bijak bisa diciptakan oleh siapa saja, tapi mengapa harus oleh orang-orang itu?

    Nah, benar. Siapa saja bisa mengucapkan kata-kata itu. Adapun pertanyaan “kenapa mesti dia?” mungkin ada banyak faktor juga. Kesempatan untuk diekspos, dan kemauan memajukan pendapatnya seakan itu pendapat baru, hal-hal seperti ini yang berbeda-beda pretensinya di setiap orang. Ini kan seperti orang berceramah. Setiap orang bisa saja naik jadi khatib di podium jum’at, tapi kena khatib bisa orang-orang yang itu-itu saja, padahal banyak muslim juga ada Quran di rumah? :mrgreen:

    @ Amd

    Salam kenal; Bang Alex 😉

    Salam kenal kembali, prosesor Amd 😉

    Kalau metanarsis yang seperti apa ya, Bang?

    Yang seperti empunya blog ini mungkin 🙄

    *asal ngomen dulu, biar eksis*

    Bagi blogger veteran kayak situ, itu seperti menuang garam ke laut :mrgreen:

    @ warm

    saya malah belum tau itu pak Kurt

    Kritikus atas modernitas dan Amerika-nya George W. Bush dalam buku A Man Without a Country. Humoris tapi humornya gelap dan satire. Agak skeptis dan sinis sih orangnya. Goenawan Mohamad dulu sering juga merujuk ke dia untuk mengisi kolomnya di Tempo. Ini contoh tulisan Goenawan Mohamad yang menulis tentang bagaimana Kurt mengeritik kita yang pelan-pelan membunuh planet kita sendiri. Coba dibaca 🙂

    mungkin kalimat yang bagus diwaktu yang bagus, dan penyusunan kata-kata singkat namun bagus,

    Mungkin juga. Sama seperti Sun Tzu mengumpulkan kata-kata tentang seni berperang, yang orang-orang ribuan tahun sebelum dia pun pada dasarnya sudah tahu.

    ah saya ya kalah hebat tentu dengan sang tukang becak di atas, mungkin :mrgreen:

    😆

    Mungkin juga aku. Aku pernah bertemu dengan orang-orang yang tak mengecap pendidikan tinggi, cuma cari nafkah macam kuli bangunan, tapi soal kebijakan, mereka bisa lebih bijak dari yang kuliah di jurusan filsafat luar negeri.

    @ Iwan

    Perbedaan cuma pada siapa berkata,tidak pada apa di kata.

    Amen :mrgreen:

    Apa bedanya toh, ucapan bijak Mario Teguh dengan guru-guru PMP di masa SD? Sama saja, cuma beda orang dan beda honor yang diterima dengan mengeluarkan ucapan demikian 😀

    #seperti aroma terasi,tidak baru,tidak lama,basi,basi,basi,terasa gurih,asin,asin,asin. #

    😆

    Perumpamaan bagus.

    @ m anriyan

    dunia baru…
    baca 2,3,4…..
    paham atau tidak…. baca lagi
    salam kenal 🙂

    Salam kenal. Terimakasih sudah mampir 🙂

  8. baca post ini jadi tambah malas liat mario tegu.
    kadang abis liat semangat, abis itu lemes lagi.
    hadehh.
    salam kenal aj lah buat mas alex. 😀

  9. @ Athrun Zala

    Walah, sama… :mrgreen:

    Aku juga tak suka pada Mario Teguh. Hehe. Apalagi sejak tahu bahwa dia meraup laba seharga 700 ribu/menit untuk orang mendapatkan nasehatnya. Ada yang bilang wajar saja, karena itu profesi. Tapi entahlah… kata-kata bijak banyak di internet dan di buku-buku, kenapa terlalu mahal meraup untung cuma untuk mengajarkan orang bijaksana yang justru membuat kita tak bijaksana sama sekali?

    Salam kenal juga. Terimakasih sudah mampir 🙂

  10. Wah emang kata-kata bijak gampang diucapkan..seakan-akan itu sesuatu yang mudah keluar menjadi jalan terbaik……..:(

  11. @ phesolo

    Kalau sekedar diucapkan, kita mungkin masih toleran jugalah. Tapi diperjual-belikan itu loh, dengan dibubuhi embel-embel motivasi atau 1001 kata-kata bijak yang (banyakan, meski tak semua) dicomot dari mana-mana. Aku sendiri kadang-kadang suka juga baca-baca kuotasi bijak atau yang lucu dan satir macam kuotasi Mark Twain, misalnya.

    Susahnya ya itu: seolah dengan kata-kata bijak itu masalah hidup akan jadi lebih lempang. Hell no! Setiap orang meniti jalan hidupnya masing-masing, apa yang bijak bagi yang satu belum tentu menyesap dalam kehidupan yang lain. Ini yang sering dilupakan para enterpreneur yang suka memberi motivasi seperti Mario Teguh (atau mereka ingat, tapi pura-pura lupa? :mrgreen: )

  12. Iya, tak ada yang baru di bawah matahari. Pindah ke galaxy lain juga mungkin tak akan ada hal yang baru. Tetap saja akan ada kuotasi. Hehe. Beginilah sudah hidup itu: rotasi dan perulangan abadi saja :mrgreen:

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s