Mencicipi iOS 5.1 Di iPhone Tua

Jadi begini…

iPhone bukan ponsel favoritku. Dulu pernah, tapi tidak lagi. Jika harus memilih apakah ponsel produk Apple atau produkan lain berbasis android, aku dengan ikhlas hati akan memilih android saja. Android memang bukan sesuatu yang sempurna, namun setidaknya aku merasa lebih memiliki kebebasan dengan benda berbasis android daripada berbasis iOS. Ini subjektif tentu saja, berdasar dari pengalaman sendiri. Pengalaman pernah berurusan dengan sejumlah perangkat jualan Apple, mulai dari komputer Mac dulu hingg iPod Nano generasi ke 2 dan ke 4 (sampai kemudian mentok di iPod Shuffle saja), sudah cukup untuk membuatku menjadi seorang Apple-hater-wannabe, anti pada Apple tapi masih juga simpan/pakai produknya (seperti orang anti pada Barat tapi masih memakai teknologinya atau masih juga menghisap rokok buatan sana).

Di antara sekian benda Apple yang dielu-elukan itu, di tangan kini cuma ada satu saja terpegang: iPhone 3G. Ini pun karena istri sudah enggan memakai lagi barang satu ini. Mahal-mahal dulu beli harga 9 jutaan (dengan kapasitas memori 16GB), kalau dijual lagi kini rasa tak sampai hati saja: turun harga antara 2,3 sampai 2,6 juta.

Si iPhone Tuwa

Ini sisi menyebalkan dari produkan Apple: Sementara produkan lain masih menolerir para pemiliknya melakukan pembaharuan (upgrade/update) meski barang lama punya, Apple tidak demikian. Harga selangit, setiap keluar produk baru, maka produk lama seperti pacar yang diputuskan. Tak ada dukungan apa-apa lagi, bahkan sebatas meng-ugrade iOS saja. Taroh misal, iPhone 3G ini mentok di iOS 4.2.1. Bandingkan dengan produkan lain, seumpama Nokia yang Symbian-nya masih dinikmati produk-produknya yang jauh lebih tua daripada iPhone 3G. Atau kalau dianalogikan lebih jauh: Windows XP yang dirilis tahun 2002 masih menikmati update dari Microsoft sampai hari ini, bahkan masih bisa ditingkatkan Service Pack-nya dari Service Pack 1 ke Service Pack 2 atau Service Pack 3. Umpama Apple berada di balik Windows XP, maka saat ini mungkin Windows XP cuma akan jadi OS dari abad nan silam. Apple memiliki kecenderungan untuk memperbaharui segalanya, termasuk memperbaharui otak konsumennya agar memperbaharui hardware dan software-nya sekalian. Ini seperti keluhan para konsumen Apel Coak terhadap pembaharuan mereka yang pernah dimuat The Guardian agak setahun lalu.

Nah, untunglah selain dari orang-orang berlogo apel coak ini, ada kelompok-kelompok lain di luar sana yang bisa memaksimalkan perangkat mereka yang sudah macam dianggap tak ada oleh produsen aslinya. Orang-orang yang mengenalkan konsep jailbreak untuk para pengguna gadget semisal iPod, iPhone dan iPad. Sehingga orang-orang sepertiku yang enggan memperbaharui barang (dengan resiko dicap kere atau pelit oleh para fanboys Apple yang agaknya akan membeli sepatu kulit kebo seharga 10 juta sekalipun selama ada logo Apple), bisa memaksimalkan perangkat yang sudah terlanjur dibeli, daripada mengikuti trend membeli baru setiap ada iklan produk baru diusung, seperti lembu dicucuk hidung.

Setidaknya untuk sekedar oprek-oprekan, cukuplah sudah. Bagaimana pun, lepas dari sikap Apple yang kapitalis-habis, dan sikap para evangelist Apple yang sering congkak dan menyebalkan itu (apalagi para fanboys yang menganggap semua pengeritik Apple, atau orang yang tak mau membeli produk Apple terbaru, adalah orang kere sampai terkadang rasa mau disemprot: Eh kimak! Aku memiliki dua mobil pribadi, dan hilir-mudik Jawa-Sumatra macam orang berak ke jamban, berapa harga gadget mengkilapmu itu, biar kubeli dengan kepalamu sekalian! yang biasanya tipe macam mereka ini bersemak di forum-forum dan kolom komentar seperti detik.com atau situs/blog sejenis); mesti pula kuakui produk Apple memang ada bagusnya. iPhone, meski bukan ponsel favoritku (karena aku malah lebih suka pakai feature phone saja untuk empat nomor di kampung sana, seperti Samsung Champ Duos yang praktis untuk meng-handle dua nomor dan Nokia E71), memiliki sisi lain yang menarik: selain layar sentuh yang memang halus-lembut, dia pun asyik untuk diobrak-abrik. Ini mengingat bahwa dasarnya iOS adalah famili dari Unix, terutama BSD, dan masih bersanak-kerabat dengan Linux yang selama ini kuutak-atik pabila sempat.

Maka daripada itu, perkara update iOS ini menarik selalu. Meski cukup puas dengan iOS 3.1.3 bawaan iPhone 3G yang rasanya cepat dan tidak lelet, namun ketika menyadari bahwa ada sejumlah aplikasi tak mau-tahu-kenal dengan iOS versi ini, kuperbaharuilah di tahun lalu ke iOS 4.2.1.

Efeknya? Bukan main. Seperti keluhan di forum komunitas Apple sendiri: ponsel jadi lamban, meski pun di sisi lain jadi memiliki lebih banyak pilihan aplikasi untuk ditancapkan. Melakukan jailbreak dengan menggunakan Sn0wbreeze juga tidak memiliki pengaruh benar.

Sampai tadi pagi, barulah aku tahu bahwa rupa-rupanya “rasa” iOS 5.1 bisa dicicipi di ponsel yang pernah bergengsi ini. Sebuah situs sakti bernama Whited00r mengenalkan tentang hal ini. Oh, bukan main. Aku pun meluncur ke alamat dimana unduhan tersedia, dan membaca-baca petunjuk pemakaian di sana. Dan membuat postingan ini sembari menanti unduhan siap sedia.

Mungkin nanti akan kuperbarui lagi postingan ini untuk mengisahkan pujian atau hujatan terbaru, jika rasa iOS 5.1 versi pintuputih itu sudah tercicipi. Namun bagi anda/kalian yang masih menggunakan iPod/iPhone generasi lawas, kukira ini barang boleh coba. Jaminan jelas tak pasti, beban laba-rugi pikul sendiri-sendiri😛

.

.

.

Update (14.12):

Rupanya memang lebih kencang setelah ditancapkan iOS 5.1 ini, dibandingkan dengan iOS 4.2.1 yang menjadi iOS termutakhir untuk iPhone 3G. Tidak mengherankan juga, mengingat iOS 5.1 gadungan untuk iPhone 3G ini dasarnya adalah iOS 3.1.3 yang jelas lebih ringan.

Berikut ini tampilan skrinsut dari iPhone 3G yang sudah dipermak:

Tangkapan layar iPhone 3G di home screen utama

Di sini tampak ikon baru yang tak ada di versi iOS 4.2.1 sebelumnya: Videos, Newsstand dan Reminders. Tampilan ikon/dan tulisan iPod juga berganti dengan ikon/tulisan Music.

Tangkapan layar iPhone 3G di home screen 2

Di sini juga ada 3 ikon baru muncul, yang tak ada di versi iOS 4.2.1 sebelumnya: Videos, iCloud dan Terminal.

Modus jailbreak ini dilakoni dengan menggunakan berkas Apple Device Software Update berjudul iPhone1,2_whited00r51_N, hasil unduhan dari situs PintuPutih di atas. Apdetan versi normal, bukan versi unlock tentunya; meski tadi sempat kepikiran untuk mencoba versi unlock juga:mrgreen:

BTW, ikon video itu macam menyentil saja, mengingat dulu Apple sempat membatasi fitur video untuk ponsel ini. Sekali di-jailbreak dapat juga. Haha. :evil: :mrgreen:

Ya begitulah. Selain agak sikit terganggu kalau konek ke iTunes ditawarkan untuk upgrade ke iOS 4.2, namun so far so good lah ini😎

Update lagi (14:48):

Skrinsut soal "error" di iTunes (silakan diklik untuk memperbesar jika kurang kerjaan)

Masalah seperti dalam gambar tangkapan layar di atas sebenarnya sudah terprediksikan, mengingat bahwa iOS 5.1 gadungan ini berbasis iOS 3.1.3. Masalah ini muncul ketika mengembalikan aplikasi di iTunes ke iPhone, karena tidak kompatibel dengan iPhone 3G (iOS 3.1.3). Sejumlah aplikasi yang bermasalah ini termasuk aplikasi must-have juga sebenarnya. Tapi… coba pakai dululah terus selama beberapa waktu, sampai nanti bosan dan kembali ke iOS 4.2.1:mrgreen:

Update lagi-lagi (18:41):

Tersadar… Dukungan untuk iBooks hilang. Jelas saja, karena dukungan untuk fitur baca buku itu cuma bisa didapatkan via iOS 4 ke atas! Oh ampun! Padahal ini satu dari sedikit fitur yang aku suka di iPin-uPin ini. Agaknya akan ku-downgrade saja lagi iOS-nya malam ini😈

74 thoughts on “Mencicipi iOS 5.1 Di iPhone Tua

  1. @ almascatie

    😆

    Kejar setoran apaan. Berbayar juga nggak😆

    @ Abed Saragih

    Kalau hendak mencicipi, beli seken saja, Bed. Rugi beli baru, menurutku. Overpriced produk spesies ini menurutku. Apalagi kalau tujuan cuma buat ngoprek doang. Hehe:mrgreen:

  2. 😆

    Ini juga iPhone lawas, Bro. Lawas kalau menurut Apple. Hehe. Orang kayak kita kali aja cocoknya memang hape sejuta umat: sing penting ada pulsa buat nelpon, ngenet dan sms-an😎

  3. ngaku sajalah Bang, dibayar berapa kau sama Apple?
    Ngeliat review ini, berasa kere beneran deh… Wong iPhone yang dibilang tua aja harga sekendnya masih berapa kali lipat hape saya beli baru eh… *sembunyikan hape symbian*

  4. Kalau dibayar, mana akan kucaci juga mereka di sini😈

    Kere?😆

    Kau kira yang punya iPhone itu borju semua? Bah! Aku sudah pernah ketemu orang yang beli iPhone 4 dan ‘ngisi pulsa cuma 20 ribuan. Haha. Tak beda dengan pengguna ponsel di kampungku yang pakai ponsel Nexian atau IMO:mrgreen:

    Masih banyak produk lain yang lebih advanced dibanding marketing produk satu ini.

    5 tahun lalu, tahun 2007, ratusan orang antri berjam-jam untuk membeli sebuah ponsel yang konon revolusioner, tidak memiliki baterai yang bisa dilepas, layar yang mudah retak, tak bisa mengirim MMS, cuma ada kamera 2MP tanpa flash, tak mendukung untuk menjelajah situs yang memiliki flash, internet lelet, tak bisa merekam video, tak ada akses 3G, tidak mampu multitasking, tak memiliki GPS, tak bisa copy paste, dengan harga melebihi harga sepeda motor bebek seken.

    Setahun kemudian, versi yang lebih keren, lebih baru, keluar. Sangat canggih, revolusioner dan inovatif sehingga tetap tak bisa diganti baterainya seperti ponsel lain, layar mudah retak, tetap belum bisa mengirim MMS, cuma ada kamera 2 MP tanpa flash, tak mendukung Flash dan internet lelet, tak ada perekam video, tetap tak bisa multitasking, tak bisa copy paste. Untunglah ada sedikit fitur ditambahkan, diperbarui sehingga pelapis metal diganti plastik dan mengganti baterai yang tak bisa diganti dengan yang lebih cepat mati.

    Setahun kemudian keluar lagi versi terbaru. Makin revolusioner dan inovatif sebagai ponsel pintar sehingga tetap tak bisa diganti baterainya oleh si pengguna, layar mudah codet, tetap tak mendukung flash dan tak bisa multitasking. Untunglah, puji Tuhan, sudah ada fitur MMS dan bisa merekam video. Kamera lebih mantap meski tetap tanpa flash. Dan Internet pun lebih cepat. Yang paling canggih: ponsel berlabel 3GS itu bisa copy paste! Menakjubkan! Kau hanya perlu membuang barang yang sudah kau beli mahal-mahal sebelumnya dan membeli produk baru dengan fitur yang sudah bertahun ada di ponsel-ponsel lebih murah.

    Semoga kau tetap kere dan tidak terhanyut arus hipster-wannabe yang membeli perangkat canggih cuma untuk tampak keren, berada dan elit saja, sebab ada logo buah khuldi tergigit di bokong produk tersebut. Masih banyak hal lebih pantas untuk kau gunakan uangmu.

  5. mantap kali ulasannya, bang

    walau saya belum pernah nyobain aipun ini, kecuali iseng pas nawar di sebuah toko henpon, itupun tombol home-nya kebetulan keras sekali, namanya jg 2nd😀

    saya sekarang merasa cukup beruntung punya hape berbasis Android (akhirnya) disamping hape Nokia jadul yang tahan banting dan punya batre super awet itu:mrgreen:

  6. @ rani

    apple-hater-wannabe hahaha )

    Hehehe…. :mgreen:

    tetap keukeuh bahwa saya pake mac karena peer pressure
    http://eggophilia.blogspot.com/2010/12/534.html

    Aku juga pakai karena terlanjur ada. Itu pun karena di sini 3G. Kalau di kampungku… beuh… kalau pasal internetan, sama saja kayak hape china. Nggak ngaruh. Maksimal cuma EDGE, kecuali dengan Wi-Fi di rumah. Itu pun sudah cukup dengan feature phone yang ada:mrgreen:

    Beberapa kawanku yang ada perkakas cap khuldi kegigit itu juga mesti pakai karena alasan tersendiri, bukan soal gengsi.

    BTW, itu gambar memang ironis dan (kala dibanggakan para fanboys Apple dengan merendahkan salah satu laptop di gambar itu sebagai “orang primitif” yang tidak “different” sama sekali) memanglah menyebalkan dan menggelikan. Think Different? Oh ya. Sangat lah different dengan perkakas yang warnanya kalau tak hitam ya putih, serta desain yang serupa dimana pun jua. Rasis pulak: yang putih lebih mahal dari yang hitam.😆

    Kau bisa bayangkan jika ada produk lain, umpama kau membeli mobil mahal buatan BMW, dan setiap keluaran baru memiliki model yang sama, itu-itu saja desainnya, apa yang akan dikatakan penjuru dunia? MONOTON dan TIDAK INOVATIF. Tapi hal ini tidak berlaku untuk produk Apple. Barang apapun yang dikeluarkan, dengan dua warna dominan begitu, dengan tampilan sama serupa, tak ada yang protes. Itu inovatif. Revolusioner. Bergengsi. Nokia dihujat habis-habisan karena ponsel seri E-nya hampir mirip, antara E69 dan E71, tapi tidak dengan iPhone. Pemasaran iklan memang salah satu bentuk cuci otak paling manjur.😛

    tapi waktu ipod nano-3 ilang di bus bbrp bulan yg lalu, ujung2nya beli ipod nano lagi sih

    Nano-ku waktu rusak, malas bertele-tele urusan kirim-mengirim, sesudah kenyang buang duit untuk sekedar dengar musik, kugantikan dengan iPod Shuffle saja. Belakangan, tahun 2008, malah beli DeO 2 Simbadda. Dan tebaklah: kualitas tak jauh beda (Ups! Jamaah Apple pasti akan mengafirkan hujatan ini😛 )

    @ warm

    mantap kali ulasannya, bang

    Ulasan iseng saja ini. Perkakas lawas, perangkat lunak pun sebenarnya sudah lama itu. Cuma sudah lama saja aku malas mengecek apa ada pembaharuan untuk perkakas ini. Sudah pesimis bakal dihiraukan barang keluaran mereka yang sudah tak lagi menguntungkan untuk dijual baru:mrgreen:

    walau saya belum pernah nyobain aipun ini, kecuali iseng pas nawar di sebuah toko henpon, itupun tombol home-nya kebetulan keras sekali, namanya jg 2nd

    Seken? Dijual berapa?
    Tombol Home-nya memang agak keras, apalagi kalau dipencet lama saat jailbreak, rasanya pegal jempol. Hehe.

    saya sekarang merasa cukup beruntung punya hape berbasis Android (akhirnya) disamping hape Nokia jadul yang tahan banting dan punya batre super awet itu

    Android pakai apa? Galaxy? HTC? Motorola?
    Wah, kalau soal baterai, meski iPhone cukup tahan lama, aku lebih suka dengan produk non-Apple. Minimal kalau baterai soak, kau bisa ganti sendiri tanpa harus merogoh kocekmu cuma untuk membayar perusahaan loba menggantinya untukmu. Heran aku. Ini abad modern loh, di kala orang sudah bisa ganti sendiri komponen elektroniknya semudah mengganti kolor dan kutang, tapi malah perangai melangkah mundur disebut revolusioner dan inovatif. Modern sekali memang. Haha.

  7. @ Yudha

    Kalau masih stabil sebaiknya jangan di-upgrade. Segitu juga cukup agaknya.

    @ antarjhi

    Terimakasih.

    Salam juga🙂

    @ Megi Tristisan

    Keren dikit, bro. Keren banyak sekali mana ada:mrgreen:

  8. Fitur pada iPhone zaman sekarang bisa ditambah. Tapi fitur tersebut memang didesain khusus untuk iOS, jadi tidak banyak pilihan seperti android. Itu jeleknya.
    Tapi bagusnya iOS itu (mungkin) memiliki tingkat keamanan yang tinggi, karena tidak bisa diutak-atik seperti android, symbian atau windows. Sehingga sulit ditembus virus atau malware.
    Jadi iPhone itu lebih cocok untuk pengguna gadget murni. Sedangkan untuk mereka yang suka utak-atik dan custom features, silakan gunakan produk yang lain.🙂

  9. Fitur pada iPhone zaman sekarang bisa ditambah. Tapi fitur tersebut memang didesain khusus untuk iOS, jadi tidak banyak pilihan seperti android. Itu jeleknya.

    Ho oh. Pilihan juga dibatasi, jika menggunakan Apps Store, cuma untuk yang disetujui oleh Apple saja😕

    Tapi bagusnya iOS itu (mungkin) memiliki tingkat keamanan yang tinggi, karena tidak bisa diutak-atik seperti android, symbian atau windows. Sehingga sulit ditembus virus atau malware.

    Sebenarnya ini analoginya sama seperti klaim para pendakwah Linux bahwa Linux aman dari virus, meski ini sebenarnya berkaitan dengan pangsa pasar. iOS dan Linux tidak seaman yang dikira. Penetrasi virus atau malware sedikit karena pengguna mereka terbatas. Bandingkan dengan Windows dan Symbian yang menjadi OS sejuta umat. Belakangan android lebih dikenal bervirus karena penggunaan android meningkat.

    Jadi iPhone itu lebih cocok untuk pengguna gadget murni. Sedangkan untuk mereka yang suka utak-atik dan custom features, silakan gunakan produk yang lain.🙂

    Hehe. Memang begitu. Makanya slogannya “It Just Works”, karena kanak-kanak dan nenek-nenek pun bisa pakai tanpa perlu khawatir. Memang didesain begitu agar pengguna dikontrol terhadap gadget yang mereka beli sendiri agar tak bisa “bermasalah” dan bekerja sesuai yang dimaui Apple. Sementara yang suka utak-atik mau tak mau mesti berpaling ke produk lain atau melakukan jailbreak pada benda produkan Apple:mrgreen:

  10. Lagian juga masuk Indonesia selalu telat barang nya apple gan, orang udah cicipin iPhone 4S kita di Indonesia masih baru2 keluar iPhone 4 nya😀

  11. Hahahaha… siplah tulisannya. Beberapa hal rada berbau sentimen (aroma ketek fandroid-nya kerasa banget😀 ) dan kurang akurat. Misal ttg support OS ke perangkat2 lama, konon perangkat2 Android malah lebih buruk. Setidaknya utk pangsa US, seperti dibahas di sini. Terlepas masalah performance loh ya.😉

    Tapi emang setuju kalo harga iPhone itu kemahalan (overpriced) di sini. Soalnya harganya di US sono gak mahal2 amat ($200 dgn kontrak?). Makanya iPhone ini cukup laku (terjual orde ratusan juga kalo gak salah, lupa tepatnya, CMIIW). Masa’ org segitu banyak fanboy semua sih? Gak percaya ah. Saya sih masih milih Android utk smartphone (Samsung punya). Plus Blackberry, tapi ini cenderung terpaksa krn utk urusan bisnis dan komunitas. :p Andai ada yg mau beri saya iPhone, saya masih keberatan… keberatan utk menolaknya. Hahahaha…

    Saya sih berusaha menilai platform apapun dari sudut pandang mereka (pembuat/penjual platform tsb), bukan dari sudut pandang saya sendiri. Ini supaya bisa menilai lebih obyektif, gak terjebak jadi hater (semua dinilai buruk) atau lover/fanboy (semua dinilai bagus). Lagian cuma gadget ini, ngapain serius2 sampe dimasukin ati? Yg gitu biasanya jomblo2 menahun yg atinya pada kosong tuh, trus diisi gadget. :p

    Tapi utk tablet, saya milih iPad (Apple punya). Anehnya, di sini harga iPad gak overpriced seperti iPhone. Di US sono malah masih terhitung murah (utk tablet dgn spek hardware yg sama). Yg bikin saya suka adlh app utk iPad keren2 dan beragam. Sementara di Android masih terbatas, banget. Saya tau krn saya juga punya Iconia Tab (Acer punya). Justru gara2 iPad ini saya jadi lebih tertarik ke produk2 Apple yg lain (lagi nimbang2 pengen beli iPod Nano, keren kayaknya).

    So, setiap platform punya kelebihan dan kekurangan masing2. Itu semua tentu sudah dipertimbangkan oleh si pembuat/penjual platform. Kita pilih aja mana yg lebih cocok, tak perlu menghujat yg kurang cocok. Apa yg tak cocok buat kita belum tentu buruk kan? Sip?🙂

  12. @ saatulihsan

    Lagian juga masuk Indonesia selalu telat barang nya apple gan, orang udah cicipin iPhone 4S kita di Indonesia masih baru2 keluar iPhone 4 nya😀

    Lha iya. Nggak dilirik kan benarnya? Kurang lah dilirik. Lebih parah dari RIM malah😀

    @ Bee

    Hahahaha… siplah tulisannya. Beberapa hal rada berbau sentimen (aroma ketek fandroid-nya kerasa banget😀 ) dan kurang akurat.

    😆

    Memang ada unsur sentimen, tapi itu justru karena aku pengguna produknya Apel Coak, bukan seperti fans robot ijo yang mungkin nggak pernah pakai tapi sotoy soal produkan Apple ini. Aku suka android tapi nggak juga suka dengan fansboy-nya android yang mendewa-dewakan android. Mereka itu sama kayak fundie linux di zaman kuliahku dulu yang merasa sudah jadi hacker karena pakai linux, cuma karena bisa ber-sudo-apt-get doang.

    Misal ttg support OS ke perangkat2 lama, konon perangkat2 Android malah lebih buruk. Setidaknya utk pangsa US, seperti dibahas di sini. Terlepas masalah performance loh ya.😉

    Benar. Terutama pada beberapa produk yang cuma memakai android mumpung lagi mainstream. Tapi mesti diingat, bahwa tanpa support dari manufaktur pun, produkan untuk android itu masih lebih dinamis daripada produkan Apple. Sekali sudah mentok di iOS sekian, sudah… game over itu. Paling banter nunggu JB yang juga nggak akan begitu signifikan.

    BTW, kenapa mesti melihat android saja? Windows Phone juga tangguh. Bahkan symbian sekali pun, masih men-support sejumlah ponsel nokia yang keluar malah sebelum iphone pertama keluar🙂

    Again: aku bukan fans berat robot ijo. Bahkan untuk saat ini aku tak pakai produkan ber-OS robot kaleng itu.

    Tapi emang setuju kalo harga iPhone itu kemahalan (overpriced) di sini. Soalnya harganya di US sono gak mahal2 amat ($200 dgn kontrak?).

    Kalau menurut hitung-hitungan, dengan $200 pakai kontrak jatuh harganya juga sama mahal. Tapi memang lebih mahalan di negara kita. Kemahalan benar lah itu.

    Makanya iPhone ini cukup laku (terjual orde ratusan juga kalo gak salah, lupa tepatnya, CMIIW). Masa’ org segitu banyak fanboy semua sih? Gak percaya ah.

    Ya nggak semua fansboy lah itu. Kalau aku bilang semua pengguna produk Apple itu fansboy, maka aku sendiri termasuk, bahkan pamanku yang rela merogoh kocek lebih dalam membeli iPad 2 dan bukannya Asus Transformer juga fanboys.

    Yang fanboys itu yang overdosis pemujaannya, jadi semua kritikan itu salah belaka.

    Saya sih masih milih Android utk smartphone (Samsung punya). Plus Blackberry, tapi ini cenderung terpaksa krn utk urusan bisnis dan komunitas. :p Andai ada yg mau beri saya iPhone, saya masih keberatan… keberatan utk menolaknya. Hahahaha…

    😆
    Sama. Kalau aku pun diberi, aku juga tak akan menolak. Minimal untuk diutak-atik. Android itu kurang menantang malah karena tak berekosistem sama dengan Apple yang jelas lebih memenjara usernya:mrgreen:

    BB itu -meski dihina-dina oleh para umat android dan iOS- mau tak mau memang masih ada kuku karena sudah kadung lengket dengan bisnis. Aku tak pernah punya BB sejak pertama mereka keluar, cuma pernah pegang punya adik dan istri saja. BBM tidak begitu menarik dibanding Yahoo! Messenger, tapi ya mungkin karena aku bukan orang kantoran ya:mrgreen:

    Saya sih berusaha menilai platform apapun dari sudut pandang mereka (pembuat/penjual platform tsb), bukan dari sudut pandang saya sendiri. Ini supaya bisa menilai lebih obyektif, gak terjebak jadi hater (semua dinilai buruk) atau lover/fanboy (semua dinilai bagus). Lagian cuma gadget ini, ngapain serius2 sampe dimasukin ati? Yg gitu biasanya jomblo2 menahun yg atinya pada kosong tuh, trus diisi gadget. :p

    Nah itu bagus. Meski aku tak sepakat untuk melihatnya dari sudut pandang pembuat/penjual thok. Kalau melihat secara objektif itu ya dari dua sisi. Kalau dari sisi mereka, pembenaran juga akan selalu ada untuk membuat maklum kenapa ada bug, ada kekurangan di produknya. Aku tak suka Apple justru karena menilai dari sisi pembuat/penjualnya yang juga tak selalu objektif. Lihat saja iklannya soal mereka yang “convert” di situs Apple sendiri, meski harus diakui bahwa sebenarnya produk mereka ada bagusnya. (Kalau tak bagus, tentu tak akan kupegang juga).

    BTW, aku sudah menikah, bukan jomblo. Nggak tahu kalau gadget-ers yang lain😛

    Tapi utk tablet, saya milih iPad (Apple punya). Anehnya, di sini harga iPad gak overpriced seperti iPhone. Di US sono malah masih terhitung murah (utk tablet dgn spek hardware yg sama). Yg bikin saya suka adlh app utk iPad keren2 dan beragam. Sementara di Android masih terbatas, banget. Saya tau krn saya juga punya Iconia Tab (Acer punya). Justru gara2 iPad ini saya jadi lebih tertarik ke produk2 Apple yg lain (lagi nimbang2 pengen beli iPod Nano, keren kayaknya).

    Aku tak suka iPad. Sudah melihat bagaimana dari iPad 1, iPad 2, sampai “New iPad” yang cuma nambah sikit-sikit fitur dengan harga yang (menurutku) tetap saja kemahalan untuk ukuran sebuah tablet. Meski memang tak se-overprice-nya iPhone. Oh, BTW… aku tak beli memang, tapi di rumahku ada punya saudara. Jadi bukan sekedar melihat ulasan dan cacian para fans robot ijo.

    Produk Apple yang masih kutolerir itu ya sama seperti kau mau: iPod Nano. Hehe. Itu memang bagus lah. Membuat “iTUnes brengsek” jadi termaafkanlah untuk sementara.

    So, setiap platform punya kelebihan dan kekurangan masing2. Itu semua tentu sudah dipertimbangkan oleh si pembuat/penjual platform. Kita pilih aja mana yg lebih cocok, tak perlu menghujat yg kurang cocok. Apa yg tak cocok buat kita belum tentu buruk kan? Sip?🙂

    Sip. Meski aku akan tetap menghujat jika merasa tertipu. Hujatan dan kritikan adalah hak konsumen juga, jika tidak tak akan terbentuk semacam YLKI bukan?😎

  13. @bang alex:

    Mereka itu sama kayak fundie linux di zaman kuliahku dulu yang merasa sudah jadi hacker karena pakai linux, cuma karena bisa ber-sudo-apt-get doang.

    Bwahahaha… betul bang! Setuju! Sok teu banget gitu kan? Sotoy emang dah!😀

    BTW, kenapa mesti melihat android saja? Windows Phone juga tangguh.

    Anu bang, kebetulan belum ada perlu sama winphone dan symbian. Faktor kerjaan sih, (kantor) aku tukang bikin aplikasi mobile di 3 platform itu: iOS, Android, sama BB OS. Market aplikasi di platform winphone sama symbian masih narrow banget, gak cucok sama effort-nya. Setidaknya sekarang ini, entah tren ke depan gimana. Kita tunggu aja gebrakan winmobile 8 dgn Metro UI-nya yg keren itu.🙂

    Meski aku tak sepakat untuk melihatnya dari sudut pandang pembuat/penjual thok. Kalau melihat secara objektif itu ya dari dua sisi.

    Benar. Dua sisi itu maksud aku, satu sisi dari si pembuat/penjual. Satu sisinya lagi dari kita selaku pengguna/pembeli. Cuma yg sisi kedua itu kan subyektif dan gak mesti match sama sisi yg pertama. Itu juga harus disadari. Misal, bandingin model bisnis Google yg sangat ad-based (IMO, Google is an advertising company using IT as the medium) dgn model bisnis Apple yg consumer-based. Mau dibahas sampe kiamat juga gak bakalan ketemu bang.🙂

    Android itu kurang menantang malah karena tak berekosistem sama dengan Apple yang jelas lebih memenjara usernya

    Kita beda di sini, bang. Aku malah lebih suka ngoprek di platform Android (dan Linux), mungkin krn iklim komunitasnya yg lebih terbuka kali ya. Kalo di platform iOS (dan OS X), aku malah cenderung jadi penikmat yg manja, gak mau ribet. Satu yg harus aku akui, aplikasi2 di platform Apple itu keren2 bang. UX-nya dipertimbangkan banget, gak sekedar bikin dan fungsional doang. Dari situ aku bisa paham kenapa produk2 Apple bisa booming banget di US sono. Slogan “it just works” utk pengguna yg gak mau ribet dan pengennya gak neko2, ada benernya juga loh. Tapi kalo buat pengguna geek yg banyak maunya sih rasanya emang kurang cucok, terlalu banyak batasan2. Bikin bete juga sih kadang.

    aku sudah menikah, bukan jomblo. Nggak tahu kalau gadget-ers yang lain

    Hahaha… iya bang. Maksud aku tuh buat para fandroid dan fanboy yg pada sotoy2 itu loh. Macam org2 yg komentar detikInet, udahlah tolol, sok tau, sok bener pula. Macam hidup ini cuma buat mikirin gadget doang. Parah! Aku yg kerja di IT aja gak gitu2 amat juga kok.😀

    harga yang (menurutku) tetap saja kemahalan untuk ukuran sebuah tablet. Meski memang tak se-overprice-nya iPhone

    Ah, menurutku gak juga sih bang. Aku bandingin iPad2 sama Iconia Tab ya, emang harga iPad2 lebih mahal dikit, dgn spek hardware gak jauh beda tapi build quality iPad2 lebih bagus. Ya jangan dibandingin sama merk2 china lah bang, mereka kan gak bayar royalti. Support after sale-nya juga nyaris gak ada.🙂

    Meski aku akan tetap menghujat jika merasa tertipu. Hujatan dan kritikan adalah hak konsumen juga, jika tidak tak akan terbentuk semacam YLKI bukan?

    Woh, setuju banget! Produsen jahat ya emang kudu dicaci-maki. Sepakat banget aku bang. Tapi kalo caci maki sekadar krn faktor kurang cocok, ya tak elok juga lah. Masa’ pantas org yg butuh colokan USB tapi tetep beli iPad2 yg jelas2 gak ada colokan USB-nya, tapi abis beli trus marah2? Menurutku sih itu pembelinya yg tolol. Hahahaha…😀

    BTW… kok malah ngomongin gadget sih? Aku kesini ini nyasar dari blog penggemar Dahlan Iskan. Di situ kau tulis komen bagus sekali bang. Pake bahasa melayu yg elok nan indah. Aku pengen baca tulisan2 yg serupa itu di blog kau ini. Tapi aku sbg pecinta bhs Indonesia harus kecewa bang! Ternyata blog ini gaya bahasanya sama saja dgn blog2 yg lain. Atau bang Alex punya blog lain utk gaya menulis ala melayu? Jika tak punya, sudilah kiranya kau bikin bang. Aku ingin tapi tak bisa. Kita bantu lestarikan bhs Indonesia ala melayu yg indah itu supaya bhs kita ini tak banyak diserang bhs asing utamanya Inggris. Macam headline2 di situs warta yg bahasanya makin aneh itu. Gimana bang Alex?🙂

  14. @ Bee

    Bwahahaha… betul bang! Setuju! Sok teu banget gitu kan? Sotoy emang dah!😀

    Ho oh. Aku pun kuatir, jangan-jangan aku sendiri termasuk yang sotoy dalam banyak hal, seperti Windows Phone yang cuma pegang-pegang bentar, dan itu pun minjem (tetap saja beda kan dengan memiliki dan ngoprek sendiri?😆 )

    Anu bang, kebetulan belum ada perlu sama winphone dan symbian. Faktor kerjaan sih, (kantor) aku tukang bikin aplikasi mobile di 3 platform itu: iOS, Android, sama BB OS.

    Wah… rupanya kau memang lebih di bidang itu daripada aku. Mantaplah itu. Aku ini cuma end-user yang makai cuma buat muas-muasin ngoprek ngisi waktu doang:mrgreen:

    Market aplikasi di platform winphone sama symbian masih narrow banget, gak cucok sama effort-nya. Setidaknya sekarang ini, entah tren ke depan gimana. Kita tunggu aja gebrakan winmobile 8 dgn Metro UI-nya yg keren itu.🙂

    Memang benar juga kalau soal market itu. Pangsa pasarnya masih kecil lah itu. Apalagi belum banyak didukung oleh banyak vendor, masih Nokia saja kan sejauh ini? Kalau cuma mengandalkan Nokia untuk melawan Apple, ya sulit juga mereka itu, kecuali -seperti katamu- ada gebrakan segar dengan winmobile 8 nantinya😕

    Benar. Dua sisi itu maksud aku, satu sisi dari si pembuat/penjual. Satu sisinya lagi dari kita selaku pengguna/pembeli. Cuma yg sisi kedua itu kan subyektif dan gak mesti match sama sisi yg pertama. Itu juga harus disadari.

    Ah itu benar. Kalau dari sisi pengguna lebih nonjol ya jadinya susah, nggak jauh beda kan dengan mereka yang perang di berita-berita detik.com sana😆

    Misal, bandingin model bisnis Google yg sangat ad-based (IMO, Google is an advertising company using IT as the medium) dgn model bisnis Apple yg consumer-based. Mau dibahas sampe kiamat juga gak bakalan ketemu bang.🙂

    Kalau itu memang tak akan pernah ketemu, sama seperti gobloknya fans android menakar tingkat dominasi android dengan android vs iphone. Itu goblok benar. Yang satu OS satu lagi gadget. Kecuali yang dibandingkan itu misalnya Samsung Galaxy vs iPhone atau Nokia Lumia vs iPhone, itu baru bisa.

    Maka itu aku sendiri nggak pernah suka juga membandingkan antara perusahaan begitu saja. Google, walau pun berslogan “Don’t Be Evil” dan memprakarsai android, nggak ada jaminan tak akan lebih bangsat dari Apple dalam hal monopoli (salah satu sebab aku enggan pakai Chrome-nya Google ini, karena bisnis iklannya itu. Hehe). Tapi yang membuat jadi jengkel dengan produkan ini, karena “hip” yang minta ampun dan iklan yang super-fantastis namun akhirnya kecele karena -ya seperti komentarku di atas- bahkan fitur yang sudah ada di produkan lain pun, dan sudah jadi kebutuhan publik, justru tidak dipasang. Ini yang membuatku jadi eneg dengan klaim para fans Apple: inovatif dan revolusioner. Wah. Kelewat revolusioner sih itu namanya.

    Kita beda di sini, bang. Aku malah lebih suka ngoprek di platform Android (dan Linux), mungkin krn iklim komunitasnya yg lebih terbuka kali ya.

    Wah, memang beda dalam hal ini. Mungkin karena aku juga sudah agak-agak bosan ya dengan ngoprek dan berkomunitas begitu. Sama jenuhnya dengan era komunitas Linux dimana-mana (dulu ada segala red hat, suse dan entah apalagi, sampai sisa kini kayaknya yang paling solid itu Ubuntu dan sejumlah kecil lainnya). Ini sebabnya jadi lebih suka mencari yang memang tak bermain komunitas lagi. Ibaratnya kalau jadi pencuri jambu, lebih enak manjat jambu di kebun engkong-engkong yang galak daripada di kebun kawan yang memang mempersilakan kita masuk kapan saja:mrgreen:

    Kalo di platform iOS (dan OS X), aku malah cenderung jadi penikmat yg manja, gak mau ribet.

    Lha justru ini sebenarnya kan tujuan platform iOS dengan “just works”-nya itu. Dari sisi ini memang harus diakui sih, makanya kubilang bahwa kanak-kanak dan nenek-nenek pun bisa pakai. Termasuk istriku juga yang bukan seorang penikmat segala ketek-bengek IT macam kita ini. Dan… kadang-kadang aku pun suka begitu:mrgreen:

    Satu yg harus aku akui, aplikasi2 di platform Apple itu keren2 bang. UX-nya dipertimbangkan banget, gak sekedar bikin dan fungsional doang.

    Nah poin ini aku sepakat. Mungkin karena para pengembang memang mesti berjibaku untuk dapat meraup rezeki dengan menciptakan aplikasi yang betul-betul bagus. Meski sebenarnya bisa begitu menjengkelkan juga (misal: browser alternatif di iPhone selain Safari itu semua mesti pakai WebKit), sehingga ada juga menghambatnya. Tapi benar itu… kalau dibandingkan dengan aplikasi android (sejauh pernah kucoba) masih lebih bagusan lah yang di app store ini.

    Dari situ aku bisa paham kenapa produk2 Apple bisa booming banget di US sono. Slogan “it just works” utk pengguna yg gak mau ribet dan pengennya gak neko2, ada benernya juga loh. Tapi kalo buat pengguna geek yg banyak maunya sih rasanya emang kurang cucok, terlalu banyak batasan2. Bikin bete juga sih kadang.

    Ho oh…. Lihat saja misalnya UC Browser, diantara sekian aplikasi alternatif untuk Safari, yang mentok di 7.1 untuk versi bahasa Inggris, Firefox yang emoh masuk ke iOS dan Opera Mobile yang sudah cukup meletakkan Opera Mini saja di iOS. Pernah baca-baca, karena mereka malas terlalu banyak aturannya di situ😦

    Hahaha… iya bang. Maksud aku tuh buat para fandroid dan fanboy yg pada sotoy2 itu loh. Macam org2 yg komentar detikInet, udahlah tolol, sok tau, sok bener pula. Macam hidup ini cuma buat mikirin gadget doang. Parah! Aku yg kerja di IT aja gak gitu2 amat juga kok.😀

    😆

    eTapi… kadang-kadang jadi hiburan juga loh baca komen-komen mereka, kayak siapa itu xxx2, wagiman, robot ijo dan entah siapa lagi. Haha. Pada keluar semua pameran kekayaan dan pameran level geek-nya. Pada hina-hinaan, padahal sesama end-user doang, baik android atau pun iOS😆

    Ah, menurutku gak juga sih bang. Aku bandingin iPad2 sama Iconia Tab ya, emang harga iPad2 lebih mahal dikit, dgn spek hardware gak jauh beda tapi build quality iPad2 lebih bagus.

    Aku membandingkannya dengan Galaxy Tab saja memang sejauh ini. Dan menurutku masih kemahalan itu. Bahkan jika dibandingkan dengan iPad sebelumnya. Dan mahalnya itu, cuma dengan beda Wi-Fi dan Wi-Fi + 4G, itu menggelikan, kayak di gambar ini. Dan juga kompilasi kritik di sini. Tapi aku juga tak tahu benar iPad teranyar itu, karena mentok pegang di 1 dan 2 saja. Bisa jadi aku salah menilai😕

    Ya jangan dibandingin sama merk2 china lah bang, mereka kan gak bayar royalti. Support after sale-nya juga nyaris gak ada.🙂

    Ya nggak lah. Haha. Kalau mau membandingkan iPad dengan IMO Neo 3 yang harganya 599.000 ya jauh beda😆

    Woh, setuju banget! Produsen jahat ya emang kudu dicaci-maki. Sepakat banget aku bang. Tapi kalo caci maki sekadar krn faktor kurang cocok, ya tak elok juga lah. Masa’ pantas org yg butuh colokan USB tapi tetep beli iPad2 yg jelas2 gak ada colokan USB-nya, tapi abis beli trus marah2? Menurutku sih itu pembelinya yg tolol. Hahahaha…😀

    Lha iya kalau dia sudah tahu tak ada colokan USB dibeli juga, itu memang goblok. Tapi bisa juga karena dibodohi iklan, makanya kayak di Inggris kabarnya juga ada yang nuntut karena merasa dibohongi soal 4G itu. Tapi ya tetap saja konyol lah itu, sama kayak orang kita di Indonesia yang EDGE saja masih ngos-ngosan belagu beli iPhone terbaru lalu komplen nggak dapat 4G😆

    BTW… kok malah ngomongin gadget sih? Aku kesini ini nyasar dari blog penggemar Dahlan Iskan. Di situ kau tulis komen bagus sekali bang. Pake bahasa melayu yg elok nan indah. Aku pengen baca tulisan2 yg serupa itu di blog kau ini. Tapi aku sbg pecinta bhs Indonesia harus kecewa bang! Ternyata blog ini gaya bahasanya sama saja dgn blog2 yg lain.

    😆

    Ada-ada saja. Ya memang sama saja gaya bahasa di sini, paling kerasa bahasa ala dialek Medan saja.:mrgreen:

    Atau bang Alex punya blog lain utk gaya menulis ala melayu? Jika tak punya, sudilah kiranya kau bikin bang. Aku ingin tapi tak bisa. Kita bantu lestarikan bhs Indonesia ala melayu yg indah itu supaya bhs kita ini tak banyak diserang bhs asing utamanya Inggris. Macam headline2 di situs warta yg bahasanya makin aneh itu. Gimana bang Alex?🙂

    Sebenarnya ada juga aku tulis-tulis dengan bahasa begitu di blog ini, tapi sudah lama nian. Malah sudah lupa-lupa aku, di postingan apa saja ada terselip bahasa begitu. Tapi dulunya aku sering berbahasa ala di kampung itu ya di twitter. Biasanya dipakai untuk sarkasme atau kritikan doang, ya biar terasa sopanlah, apalagi kalau yang di-sarkas-i dan dikritiki itu termasuk seleb di internet lah. Hehe.

    Boleh juga itu kalau mau dikembangkan. Tapi macam mana pulak caranya? Bikin blog gotong-royong seperti kebanyakan komunitas? Kalau dijelajah internet, sepertinya ada banyak juga bahasa begitu kan ya?😕

  15. Aku pun kuatir, jangan-jangan aku sendiri termasuk yang sotoy dalam banyak hal

    Sesekali tak apa lah bang, asal jangan terlalu sering, tak baik. Hahahaha… Lagipula aku suka sotoy betawi dan sotoy lamongan. *kriuk*😛

    Wah… rupanya kau memang lebih di bidang itu daripada aku. Mantaplah itu. Aku ini cuma end-user yang makai cuma buat muas-muasin ngoprek ngisi waktu doang

    Ah, nggak juga. Aku cuma tukang ketik doang kok bang.😀

    Ini yang membuatku jadi eneg dengan klaim para fans Apple: inovatif dan revolusioner. Wah. Kelewat revolusioner sih itu namanya.

    Hahahaha… santai ajalah bang. Namanya juga org jualan. Tak ada kecap nomor 2, semuanya ngaku nomor 1 pasti. Ya toh?😀

    eTapi… kadang-kadang jadi hiburan juga loh baca komen-komen mereka, kayak siapa itu xxx2, wagiman, robot ijo dan entah siapa lagi. Haha.

    Hahahaha… iya sih. Kalo lagi suntuk, aku juga kadang baca komen2 mereka. Tapi lama2 eneg juga kalo kadar ketololan dlm komen mereka udah berlebihan.😛

    Sebenarnya ada juga aku tulis-tulis dengan bahasa begitu di blog ini, tapi sudah lama nian. Malah sudah lupa-lupa aku, di postingan apa saja ada terselip bahasa begitu.

    Ayolah abang tulis lagi posting dgn dialek melayu itu. Kau sudah punya 1 penggemar ini. Tega kau kecewakan aku bang? *halah*😀 Aku liat akun twitter abang (@alexcobain betul tak?) jarang kau update. Tak jadi aku follow.

    Boleh juga itu kalau mau dikembangkan. Tapi macam mana pulak caranya? Bikin blog gotong-royong seperti kebanyakan komunitas? Kalau dijelajah internet, sepertinya ada banyak juga bahasa begitu kan ya?

    Yah, tak usah kau bikin blog baru atau komunitas. Ribet itu. Kau tulis saja di sini lebih sering dan jadi ciri khas blog ini. Sependek yg aku tau, blog melayu milik org Indonesia jarang sekali, kebanyakan milik org Malaysia. Aku tak suka krn tak ada bhs Indonesianya. Atau kau ada saran blog lain buat kubaca, bang Alex?🙂

  16. @ Bee

    Sesekali tak apa lah bang, asal jangan terlalu sering, tak baik. Hahahaha… Lagipula aku suka sotoy betawi dan sotoy lamongan. *kriuk*😛

    Benar sekali. Mengeritik yang overprice secara overdosis juga sama-sama over akhirnya. Haha.

    Ah, nggak juga. Aku cuma tukang ketik doang kok bang.😀

    Wah… merendah pulak dia:mrgreen:

    Hahahaha… santai ajalah bang. Namanya juga org jualan. Tak ada kecap nomor 2, semuanya ngaku nomor 1 pasti. Ya toh?😀

    Ya iya lah. Apalagi kalau yang pada bertengkar adu-aduan gadget sudah macam stakeholder atau salesman saja😆

    Hahahaha… iya sih. Kalo lagi suntuk, aku juga kadang baca komen2 mereka. Tapi lama2 eneg juga kalo kadar ketololan dlm komen mereka udah berlebihan.😛

    Ho oh. Apalagi kalau sudah merembet ke soal kaya-miskin atau pintar-bodoh. Wakakaka. Norak jadinya😆

    Ayolah abang tulis lagi posting dgn dialek melayu itu. Kau sudah punya 1 penggemar ini. Tega kau kecewakan aku bang? *halah*😀 Aku liat akun twitter abang (@alexcobain betul tak?) jarang kau update. Tak jadi aku follow.

    Jyaaaah… apa yang mau digemari dari bahasa macam itu? Bahasanya kampung itu, kentara gombal melayunya😆

    Memang sudah jarang aku ngetwit. Sesekali saja untuk bagi info, seperti kelahiran anak kemarin. Karena terasa kalau untuk memuncratkan pikiran, 140 karakter itu tak cukup😀

    Yah, tak usah kau bikin blog baru atau komunitas. Ribet itu. Kau tulis saja di sini lebih sering dan jadi ciri khas blog ini.

    Hmm… Usulan nan boleh lah itu. Elok nian untuk dipertimbangkan. Aku pun rasa-rasa hambar juga berbahasa begini, karena sudah seragam sama rasa bahasa dengan banyak blog lainnya. Kepengen juga bikin dengan bahasa yang yaaah… beda-beda sikitlah. Seperti gaya bahasa di blog gombal-nya paman tyo dulu.

    Sependek yg aku tau, blog melayu milik org Indonesia jarang sekali, kebanyakan milik org Malaysia. Aku tak suka krn tak ada bhs Indonesianya. Atau kau ada saran blog lain buat kubaca, bang Alex?🙂

    Wah, saran sih tak ada. Ya itu… rata-rata memang milik orang jiran. Paling terbaca-baca yang dari orang Melayu Indonesia dulu di milis-milis sastra begitu.😕

  17. mantap bos,,tp saya punyalbh lawas masig yg 2g 8gb, kira2 masih bisa di upgred sampai yg versi4 gak ya, skrbng pake yg 3.1.3 dah mentok..thx for help..

  18. Hanya memberikan pendapat, support untuk iPhone 3G saya rasa sudah cukup lama.
    iPhone 3G itu generasi kedua, dirilis tahun 2008. iOS yang terakhir disupport adalah iOS 4.2.1 yang dirilis tahun 2010.
    Bandingkan dengan Samsung Galaxy ACE yang dirilis Januari 2011 tapi tidak mendapatkan update Android ICS yang dirilis bulan November 2011. (terakhir kali yang saya baca)

  19. @ omri

    mantap bos,,tp saya punyalbh lawas masig yg 2g 8gb, kira2 masih bisa di upgred sampai yg versi4 gak ya, skrbng pake yg 3.1.3 dah mentok..thx for help..

    Setahuku tidak bisa. Mentoknya sampai iOS 3.1.3:/

    @ Herlan Zendy (@hergimerc)

    Hanya memberikan pendapat, support untuk iPhone 3G saya rasa sudah cukup lama.
    iPhone 3G itu generasi kedua, dirilis tahun 2008. iOS yang terakhir disupport adalah iOS 4.2.1 yang dirilis tahun 2010.

    Benar memang, sudah cukup lama. Meski dibelinya masih fresh di 2009, bukan 2008. Sampai dengan keluarnya iPhone 3GS di tahun 2009, iPhone 3G masih dijual resmi di tahun yang sama.

    iOS 4.2.1 ini dikeluarkan sepertinya untuk menambal beragam komplen soal iOS 4.1. Kalau aku pribadi malah lebih suka dengan iOS 3.1.3, cuma ya itu dia: mesti ada recycle produk, yang mana secanggih apa pun suatu produk, akan ada masa dimana dia mesti diganti.

    Bandingkan dengan Samsung Galaxy ACE yang dirilis Januari 2011 tapi tidak mendapatkan update Android ICS yang dirilis bulan November 2011. (terakhir kali yang saya baca)

    Setahuku Galaxy Ace masih bisa di-upgrade. Aku belum pernah coba. Tapi kawanku sudah. Cuma ya mesti custom ROM, tidak dari Samsung-nya sendiri. Ini sebab aku juga tak begitu suka dengan Samsung, karena terlalu mengejar pasar dan cepat melupakan produknya sendiri. Kalau yang low-level, aku malah lebih suka dengan Sony Ericsson dulu, terutama Sony Ericsson Xperia Mini.

    @ Helmi

    Silakan dicoba

    (atau sudah?)😀

    PS: Maaf untuk semua komentator atas keterlambatan membalas komen anda sekalian🙂

  20. yang penting sekarang ni walau punya hp jadul alias hp bego sing penting bisa internetan..akses informasi berita tdk ketinggalan….nelpon..sms…foto mengenang masa-masa susah dan senang…itu bagiku udah cukup kok…..karena di rumah sudah ada komputer ( pc ) cukuplah..ora neko-neko….( android kata org hp pintar )

  21. Boss, mau nanya donk
    iPhone 3g kalau ga bisa fibula di iTunes kenapa ya?
    G Masi pake Os 3 Cara jailbreak ke os 4.2.1 gimana ya?

  22. @ YOTO RENGAT RIAU

    yang penting sekarang ni walau punya hp jadul alias hp bego sing penting bisa internetan..akses informasi berita tdk ketinggalan….nelpon..sms…foto mengenang masa-masa susah dan senang…itu bagiku udah cukup kok…..karena di rumah sudah ada komputer ( pc ) cukuplah..ora neko-neko….( android kata org hp pintar )

    Setuju:mrgreen:

    @ Henri

    Boss, mau nanya donk
    iPhone 3g kalau ga bisa fibula di iTunes kenapa ya?

    Fibula? Apa itu?

    Mungkin maksudnya “dibuka” dan karena typo jadi terketik “fibula”?

    Tak bisa dibuka bagaimana maksudnya? Tak terdetek kah? Kalau iya, coba periksa kabel USB ke PC-nya itu apa terdetek atau tidak. Jika terdetek, dalam artian ada muncul di PC tapi tak muncul di iTunes, mungkin iTunes-nya yang korup, bisa di-install ulang atau pakai cara yang lebih mudah: bikin library baru saja.

    G Masi pake Os 3 Cara jailbreak ke os 4.2.1 gimana ya?

    Ada dua cara yang gampang: pakai Redsn0w atau Sn0wbreeze (kalau pakai PC, jika di Mac pakai PwnageTool).

    Jika pakai RedSn0w, coba ikuti tutorial di sini. Sementara jika memilih bikin custom firmware pakai Sn0wbreeze, coba ikuti langkah-langkah di postingan ini.

    iPhone 3G memang mentoknya di 4.2.1. Tapi kalau untuk sekedar dipakai, lumayan juga. Meski kalau bisa upgrade ke 3GS minimal😀

    BTW, kalau memang mau bertahan pemakaian baterai, jika dijailbreak, jangan aktifkan wallpaper atau setidaknya multitasking.

  23. bang,bolehlah minta tolong dicarikan aplikasi Operamini sama Instagram yg kompatibel buat iOS 3.13..
    maklumlah device ku cuma iphone 2g,tak ada yg mau aplikasi di appstore sana…
    makasih sebelumnya ya bang…

  24. Kalau instagram, memang agak susah. Aku pernah coba cari untuk iPhone 3G ini, tapi yang 4.2.1 juga sudah tak ada lagi di AppStore. Aku sendiri sebenarnya tak pakai, cuma buat bikin akun saja. Hehe. Lebih suka plixromatic.

    Tapi coba download di sini deh.

    Kalau Opera Mini coba download di sini. Setahuku versi 7 masih support iOS 3.1.3 kok itu. Kalau tak jalan juga yang di atas, coba cari di Whited00r Store ini, lumayan lengkap untuk aplikasi iPhone 3.1.3😀

  25. hey FANDROID! get your own ideas, not to copycat to apple, you said that because you can’t do more far than iOS😀

  26. abang alex , aku baru beli iphone 3G 8gb yg seken nih . ajarin donk cara make nya . ribet bener yah😦
    trus os mana yg stabil ? yg 3 , 4 ato 5 ?
    mohon pencerahannya bang .

  27. intinya hanya 1 zaman berubah.. yg lawas ya di tinggalkan ganti yang baru.. ada saatnya dy tenar dan terkenal.. jika dy tua di lupakan dan di buang.. ini lah hidup haha.. iphone 3g itu bagus loh pada masanya ga ada saingannya hahhahaha..

  28. Bagaimana cara update iPhone 3G saya supaya bisa jadi iOS 5.1? Saya gaptek nih. Apabila tdk keberatan tolong email saya langkah2 Nya yg bisa Dan mudah diikuti Oleh org awam spt saya. Email saya ry4n.as@gmail.com
    Terima kasih sebelumnya

  29. Wah… Maaf-maaf untuk komen belum berbalas….

    @ Kios

    keren iOS 5.1 bisa tampil di iphone jadul.

    Ho oh. Sekarang malah sudah bisa nerapkan iOS 6😀

    @ Wahdu Tutud

    kok setelah di upgrade ke ios 5
    SIM kok gk kebaca mas?

    itu iPhone apa? 3GS? 4? 4S? Soalnya 3G nggak bisa upgrade ke iOS 5. Mentok di iOS 4.2.1 saja.

    Mungkin waktu upgrade nggak dimasukkan SIM-nya?😕

    @ fandroid-haters

    hey FANDROID! get your own ideas, not to copycat to apple, you said that because you can’t do more far than iOS😀

    LOL. Rileks, Bro. Korporat teknologi itu dari dulu copycat. Baik oleh korporat-korporat yang pakai Android atau Apple sekali pun. Aku bukan fans android, android juga kadang ada menyebalkannya. Juga bukan fans Apple. Pakai mana cocok saja.

    @ edgar juntak

    abang alex , aku baru beli iphone 3G 8gb yg seken nih . ajarin donk cara make nya . ribet bener yah😦

    trus os mana yg stabil ? yg 3 , 4 ato 5 ?
    mohon pencerahannya bang .

    He? Padahal cukup mudah loh. iOS itu pula enaknya. Nggak ribet. Apalagi kalau sudah di-jailbreak. Tinggal install sejumlah tweaks dari Cydia, sudah bagus.

    OS yang stabil menurutku iOS 3.1.3. Cuma resikonya, banyak aplikasi nggak support lagi. iPhone 3G itu mentoknya iOS 4.2.1

    @ hedy

    bagaimana caranya ??

    Apanya?

    @ Verdi’sdinos

    bang mau nanya dong klo upgrade dari 4.2.1 ke ios 5 bajakan, nanti aplikasi yg diappstore min ios 4.3.3 pada bisa di donlot gak?

    Nggak. Dan nggak ada itu iOS 5 bajakan.😀

    @ Lukman

    intinya hanya 1 zaman berubah.. yg lawas ya di tinggalkan ganti yang baru.. ada saatnya dy tenar dan terkenal.. jika dy tua di lupakan dan di buang.. ini lah hidup haha.. iphone 3g itu bagus loh pada masanya ga ada saingannya hahhahaha..

    Haha. Benar. Memang iPhone 3G itu bagus pada zamannya. Kalau kulihat, ke depan nanti yang akan jadi legenda itu agaknya iPhone 4😀

    @ Lcoaster17

    minta tutorial biar iphone 3g bisa di upgrade di ios 5.1 dong ._. hehe lumayan biar bisa banyak download aplikasi😀

    Upgrade ke iOS 5 nggak bisa, bro. Cuma bisa 4.2.1. Kalau cuma tampilan dan penambahan sejumlah fitur biar terasa mirip iOS 5 (atau 6) ya Whited00r itu😀

    @ Faisal Nur

    permisi kang, kalau udah di upgrade ke 5.1, bisa pake applikasi yang ngebutuhin ios 5? atau hanya tampilan saja?

    Bisa dibilang cuma tampilan saja itu, meski bisa multitasking. iCloud-nya juga pakai Dropbox saja.

    @ Ryan

    Bagaimana cara update iPhone 3G saya supaya bisa jadi iOS 5.1? Saya gaptek nih. Apabila tdk keberatan tolong email saya langkah2 Nya yg bisa Dan mudah diikuti Oleh org awam spt saya. Email saya ry4n.as@gmail.com
    Terima kasih sebelumnya

    Nggak bisa upgrade, bro. Cuma bisa kayak yang di postingan ini.

  30. gue pake iphone 3G juga! gak dijual2 walau gak support lagi beberapa perangkat media sosial. FB, Twitter ….bisanya pake twister doang. Gak gue jual, krn baterai tahan lama dan bacanya adem di mata.
    Tapi sungguh, produk apple ini memang sama sekali gak ECO-LIFESTYLE & Eco-Consument, nyuruh pengguna lama buat beli terus produk barunya….!

  31. Setuju. iPhone 3G itu bagus. Lebih tahan lama malah -menurutku- dibanding generasi berikutnya, meski spek kalah dan iOS mandeg sampai iOS 4.2.1 saja. Sama seperti iPhone 4 lebih tahan daripada iPhone 4S, meski kurang dalam hal peningkatan spek lain dibanding 4S.

    Aku pernah pakai iPhone 3G itu, sampai dua hari. Menakjubkan juga itu, mengingat baterainya tak pernah diganti sejak tahun 2009.

    Itu pula memang kurang bagusnya produk Apple. Dari segi kepuasan pakai, cukup puas lah, baik yang tak di-jailbreak, apalagi yang di-jailbreak. Cuma ya itu sisi lainnya dari produk yang dianggap bagian dari fashion. Mesti gonta-ganti agar berkesan trendy. Padahal yang kita cari itu fungsi.

    BTW, terimakasih sudah mampir🙂

  32. jadi, intinya iPhone 3g (bukan 3gs) bisa upgrade ke iOS 5?

    kmren gw coba iOS 6 malah gk support device.
    cm mentok 4.2.1 aja.. klo bisa smsan aja deh bang
    0852 9221 7116

  33. halah.. ternyata memang mentok 4.2.1
    restore ke 5 ato 6 ya langsung mendadak balik ke 3.1.3

  34. ane baru beli 2nd iphone 3G ( itung2 nyobain + bandingin )…dan ternyata emang android yg paling nyaman buat ane…cukup murah,dan cukup WaHhh…

  35. Permisi agan mau nanya, kalau mau upgrade dr ios 3.1 ke ios 4.2.1 itu gimana ? Apa hrs dtg ke retailer apple ? (sory masih newbie)🙂

  36. Nemu juga blog yg g cuma copas blog lain tanpa sumber,cukup solutif baca tulisan ma komen2 sebelumnya..baru dapet warisan iphone 3G
    Berarti kesimpulannya kl di jailbreak efeknya nambah fiturnya app nya y??

  37. Saya suka apelkroak; suka desain dan stabilitasnya..
    Anyway, tulisannya unik menarik, pencerahan yang apik -pujian terpulang kepada Allah Azza wa Jalla- .

  38. dirumah ane ada 3 iphone, 4s (punya ane), 3gs (punya emak), sama 5 (punya kakak),khusus untuk yang 3gs udah dipake hampir 4 tahun (dulu beli pas baru2 keluar),sejauh sangat memuaskan dan normal2 aja,walaupun mentok di ios 6.1.3 tapi ttep banyak app yg support dan no problem lah,ga ada gejala gejala lemot…pokoknya puas deh,garugi dulu beli mahal mahal

    untuk iphone 3g setau ane karena dia masih pake procie armv6 jadi dia mentok di ios 4.2.1 karena ios 4.3 keatas untuk procie berarsitektur armv7

  39. Bang gimna caranya klo mao download mp3 tpi bkn lwat itone, saya prnah nyari lagu yg saya sukai lwat google, pas udah ktmu, trus pas mau di download hp nya malah eror dan ada printah minta di rstar ulang, dan saya coba lagi smpe bbrpa kali msih sma kya gitu2 jga, apa ada aplikasi lain slain itone yg bsa bwat download mp3, dan klo memang ada apa nma aplikasi nya,,?? Dan jga aplikasi nya yg kira2 bsa masuk ke iphone saya, o ia,,!! Saya msih pake iphon 3G udah di JB ke iOS 4.2.1 Makasih bang,,,,!!!!

  40. Ping-balik: » Sedikit terpesona, saja. blog auk

  41. Ping-balik: ios 8 sudah keluar

  42. gan saya punya iphone 2 8gb. ente punya firmwarenya gk yg ios 6. klo punya kirimin linknya gan. Thanks

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s