Nocturno

……………………………………..
Aku menyeru – tapi tidak satu suara
membalas, hanya mati di beku udara.
Dalam diriku terbujur keinginan,
juga tidak bernyawa.
Mimpi yang penghabisan minta tenaga,
Patah kapak, sia-sia berdaya,
Dalam cekikan hatiku.

Terdampar… Mengenyam abu dan debu.
Dari tinggalannya suatu lagu.
Ingatan pada Ajal yang menghantu.
Dan dendam yang nanti membikin kaku…

……………………………………
Pena dan penyair keduanya mati,
Berpalingan!

Ini merupakan salah satu puisi favoritku dari Chairil Anwar. Lalu bertemu pula dengan video satu begini. Meski kuakui ada bagus mereka berakting bak anak teater melampiaskan bakat dan minat, namun mesti kukatakan pula bahwa video ini seumpama modernisasi lukisan klasik: memberi warna-warni yang dikira akan mempercantik, tapi jadi merusak sesuatu yang antik.

Apa maksud memberi dentum musik seperti techno, ketika kata-kata dalam puisi begitu mellow? Apa pula itu makna memasukkan bahasa asing Audrey Tatou dan Jean Reno? Dan: Susupan agen L-Men mana yang terlibat sehingga sajak ini dipaksa cocok dengan zaman boyband rupawan-biar-suara-pas-pasan-asal-berwajah Korea? Visualisasi puisi ini dirusak akting metroseksual pelakon Rain-wannabe!

Meski nuansa video ini kelam dan suram, dramatisasi dengan suara bak mengaji cukup bagus, namun video ini adalah contoh buruk modernisasi sajak yang bikin nyawa sajak lama jadi terbenam, jadi mampus. Terkutuklah post-modernisme yang kehabisan akal di penghujung suatu zaman yang banal!

Iklan

4 thoughts on “Nocturno

  1. kalau hamba tidak salah, paduka. Sekiranya itu video hanya sekedar kreasi editing saja. Wajarlah jika tak ada kaitan, atau bahkan sekedar hal-hal yang kecil pun memang tidak ada yang relevan.

    Termaktub pada akhir video, sebuah credit yang mengarahkan pencarian hamba menuju negeri Ginseng nun jauh disana, ternyata Taeyang (lelaki-cantik berbodi lentik) itu nyata benar adanya artis korea, bukan sekedar Rain-wannabe sahaja.

    Sedangkan untuk motif dari kreasi video editing diatas, sampai saat laporan ini terbikin, masihlah hamba belum ada informasi barang secuil pun. Perkiraan hamba sejauh ini, hanyalah mencapai kesimpulan pribadi, bahwa empu yang membuat video itu adalah hasil dari kawin-silang yang cukup langka : penikmat puisi angkatan ’45 yang juga menggandrungi bodi kekar-lentik milik penyanyi korea. Atau hanya sekedar hipster yang menjadikan puisi-puisi angkatan ’45 sebagai antithesis akan minatnya terhadap artis korea yang sudah terlalu mainstream.

    astaga. makin kesini, tulisan saya makin ndak jelas -_-” musti-cepat-tidur-sekarang-juga-sebelum-nyampah-dimana-mana

  2. Begitu ya? 😕

    Aku terpikir bahwa kalau dengan alasan kreasi saja (yang memang kiranya sah-sah saja karena itu bukan pula hak ciptaku), maka mereka bisa bikin sajak “AKU”-nya Chairil Anwar dengan video kartun Tom and Jerry atau Gober Bebek di gudang uangnya. Atau mungkin sajak “Hujan Di Bulan Juni”-nya Sapardi dengan video kreasi girlband ala Korea menari macam di iklan Pocari 😕

    Termaktub pada akhir video, sebuah credit yang mengarahkan pencarian hamba menuju negeri Ginseng nun jauh disana, ternyata Taeyang (lelaki-cantik berbodi lentik) itu nyata benar adanya artis korea, bukan sekedar Rain-wannabe sahaja.

    😆

    Ini fakta yang makin membuat busuk video ini di mataku yang picik ini 😆

    Perkiraan hamba sejauh ini, hanyalah mencapai kesimpulan pribadi, bahwa empu yang membuat video itu adalah hasil dari kawin-silang yang cukup langka : penikmat puisi angkatan ’45 yang juga menggandrungi bodi kekar-lentik milik penyanyi korea. Atau hanya sekedar hipster yang menjadikan puisi-puisi angkatan ’45 sebagai antithesis akan minatnya terhadap artis korea yang sudah terlalu mainstream.

    Baiklah. Itu kreasi. Dan memang kreasi layak diapresiasi dengan segala puji dan caci. Seumpama lukisan Suprematist Composition-nya Kazimir Malevich, yang bagiku buruk karena seperti anak SD belajar memainkan krayon, tapi memang itu seni juga adanya.

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s