Karena NKRI Bukan Cuma Jawa Dan Bali

Tadi barusan membaca postingan Priyadi soal revisi harga BBM. Dalam sekian poin-poin yang dikemukakannya, ada poin yang membuatku teringat pada sebuah gambar yang pernah dibagikan Almascatie di FB agak seminggu lalu, dan juga dibagikan lagi oleh Lumiere di postingan blognya kemarin itu.

Gambar itu tak lain adalah gambar ini…

Gambar

Ya. Bukankah selama ini subsidi BBM itu paling dinikmati di Jawa dan di Bali? SPBU dimana-mana. Kendaraan pribadi seperti jamur di musim hujan. Kami di daerah? Haha. Sering kosong SPBU, persis gambaran Amed dalam postingan sinisnya. Aku sendiri menolak kenaikan BBM kemarin itu bukan utama karena soal subsidi, tapi soal imbas harga BBM bagi kami di daerah luar pulau Jawa. Dengan harga kini dan bersubsidi pun, harga di sana bisa tembus di atas 10.000 atau 15.000 rupiah per liter…😐

15 thoughts on “Karena NKRI Bukan Cuma Jawa Dan Bali

  1. Dari dulu dikampung Ibu dan Ayahku BBM udah mahal Bang.
    10rb sampai 12rb untuk premium.
    Kalau BBM langka lebih mahal lagi.
    Di Kota saja sering kurang pasokan, apalagi di desa.
    BBM kekurangan, pendidikan tidak memadai, akses kesehatan minim (perawat ibarat dokter).

  2. Ping-balik: Negara « Generasi Biru

  3. @ Citra

    Ya sama nasib daerah kita. Kami juga sampai kisaran begitu. Apalagi kalau sudah langka, minta ampun antrian di SPBU yang cuma ada satu atau dua per kabupaten.

    Kadang-kadang jadi miris kalau sedang di Jawa ini dan melihat betapa bertabur SPBU, 24 jam dan (pengalamanku) belum pernah ketemu antrian sepanjang yang sering kudapati di daerahku karena pasokan putus😐

    @ Fortynine
    😆

    Bagaimana pula, Rid… Kita tawarkan jadi negara federasi, “mereka” tak mau. Segala founding fathers dibawa-bawa untuk tetap jadi NKRI dengan mengistimewakan pulau Jawa saja. Giliran tercekik isu kenaikan BBM dan pencabutan subsidi, baru pada teriak nasib SELURUH WNI di luar pulau Jawa. Kan kimak sikap begitu. Terus yang daerah kita bensin mahal bertajuk-tahun bukan masalah nasional ya?

    Cabut sajalah subsidi itu. Biar sila ke 5 jalan dengan selayaknya :p

    @ Dewa

    Ya begitulah, Wa. Jarang ya yang tahu nasib konsumen BBM di luar pulau Jawa dan Bali? TV jarang ngeliput dan bagi media lain, itu bukan berita yang seksi untuk diumbar ke publik. Terang saja kalau kami di luar pulau Jawa sering merasa dianaktirikan😐

  4. Wah…. Kelewatan…:mrgreen:

    @ Aulia

    Mahasiswa mana itu teriak “merdeka”? Kalau mahasiswa daerah kita, alamat selesai hidup mereka. Akan dibilang separatis😆

  5. setuju. sejauh ini memang terasa sekali terlalu jawa-centris. perlu dikembalikan ke visi para founding father kita di thn 1945, para pemuda yang bersumpah di 1928, bahwa kita, republik Indonesia, adalah satu kesatuan.

  6. aku setuju aja lah,
    sekarang dilema juga, soalnya lg berada di negara Jawa
    emang terasa bedanya, tak ada itu urusan antri2 BBM
    wong POM bensin *begitu dikampung saya nyebutnya* melimpah, bahkan di atas gunung pun ada POM bensin, alamak !

    saya jd pengen punya usaha gitu euy, ada yg mau ngasih modal ?😐

  7. Ya, aku setuju saja kalau harga BBM terpaksa di naikkan yang penting mudah di dapat.
    Yang sangat terasa itu nelayan jika BBM sulit di batasi pula,masalahnya banyak nelayan yang sekali melaut hingga bulanan di laut tentunya dengan persiapan BBM selama sebulan,kalau cuma di jatah untuk perkiraan satu minggu apa jadinya,’ bisa pergi gak bisa pulang’.
    Kalau soal BBM mahal, ya, mahalin lagi ikannya, Persoalan selesai,biarlah pasar ekonomi bagaimana menilai yang penting lancar dulu.

  8. Kalau harga BBM (di Jawa) naik, konsumsi BBM turun, mungkinkah pasokan untuk luar Jawa bertambah? Jadi harga yg sudah tinggi di luar Jawa gak berubah, sukur2 turun. Well, itu logika saya sih, tapi republik ini lebih sering jalan dengan logikanya sendiri yg gagal saya pahami.

    Rada OOT, menurut saya salah satu blunder reformasi yg cenderung ireversible adalah otonomi daerah tingkat II. Dan itu gara2 trauma negara federasi kalo otonomi dikasih ke provinsi.

  9. @ rizalean

    Iya, bro. Memang perlu dikembalikan ke semangat awal Sumpah Pemuda agaknya ya?🙂

    @ warm

    Idem. Pengalaman sama kita😀

    Modal? Mesti ada modal besar loh itu bangun SPBU:mrgreen:

    @ Iwan

    Nah ya itu yang jadi poin dari gambar di atas dan postingan ini. Daerah kami itu daerah pesisir, ramai nelayan. Bisa dibayangkanlah kalau harga BMM sudah lah lebih mahal dari di Jawa, dibatasi pula. Membunuh pelan-pelan itu namanya😐

    @ rani

    Belum tentu. Pengalaman selama ini, setiap naik BBM tidak pernah ada kompensasi demikian (dalam hal pasokan) bagi luar Jawa (setidaknya merujuk ke beberapa daerah yang mengenaskan nasib pasokan BBM mereka). Dan iya: pengelola republik ini sering memiliki logika sendiri yang seperti logika penjudi togel. Sulit dimengerti oleh kita😐

    Otda itu bukan blunder sebenarnya. Bukan dari daerahnya, meski memang ada kepala-kepala daerah yang menjadi raja-raja kecil. Namun yang utama membuat blunder itu adalah pemberian otda itu setengah-setengah, dan cuma mengistimewakan mereka yang duduk di kursi kepala daerah. Sehingga jadinya seperti kongkalingkong: mau jadi kepala daerah? setor dulu ke pusat. Ini agak rumit memang, karena urusannya kepentingan politik. Dan lagi pula otonomi yang selama ini berjalan bukanlah otonomi sama sekali. Sering cuma di gelar saja, tidak dari segi peraturan yang mendukung otonomi itu sendiri. Contoh kasus: dengan status otonomi Aceh yang sudah jalan beberapa tahun pun, pelabuhan bebas Sabang masih belum jalan karena perangkat dan payung hukumnya ditahan-tahan di Jakarta😐

  10. “pengelola republik ini sering memiliki logika sendiri yang seperti logika penjudi togel. Sulit dimengerti oleh kita”

    ah… sepertinya kita memang harus berpikir out of the box. baru nemu link ini kemarin: quantum republic😀

  11. Menarik itu. Aku baru semalam sempat baca, tapi belum sempat untuk membahasnya sementara ini.🙂

    Memang harus mikir di luar kotak kalau mau maju, kalau tidak jadi kodok di bawah tempurung kita selamanya😕

  12. tanpa melawan kalian akan di tindas oleh penguasa jawa karena pemerintah hindunesia jawa adalah penjajah bagi daerah lain di negara hindunesia…bagi rakyat papua terus lah berjuang bagi kemakmuran rakyat papua yg merdeka…

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s