Empat April

Sudah berapa jam kursi dan meja jadi kawan tanpa kata, tanpa bicara?

Belum lama. Baru dua tiga jam saja. Tapi rasa-rasa jam lama berlalu. Di sini. Di Rumah Sakit Bersalin Sawo Jajar. Tak jauh dari bilangan Pasar Anyar. Suara di luar hingar-bingar, dengan deru kendaraan dan aba-aba tukang parkir melawan ancaman menjadi fakir.

Tapi serasa terpencil diri. Antara bahagia segenggam dan sejenak kehampaan terasa penuh: jiwa seperti gelas hampa, sedia menanti setuang bahagia mengucur tiba. Terpencil tapi bukan duka. Meski terkilas-kilas di mata apa saja pernah datang dan pergi di sepanjang usia. Jika nanti jadi anak lahir tiba, gelas akan berisi dan kekosongan bukan lagi kehampaan.

Pukul berapa kira-kira? Perawat cantik senyum ketawa. Tunggu saja katanya.

Sial. Di sini tak bisa merokok pula. Aku hendak membakar tembakau, membakar risau…

Iklan

28 thoughts on “Empat April

  1. @ Chi + @ warm

    Istri mau melahirkan. Dokter memvonis agak petang ini. Tapi tiadalah tentu, mau janin siapa tahu.

    @ Mizzy

    Belum. Baru bukaan kelima kata perawat. Dikira-kira pukul lima. Tapi amboy resah dan gelisah: sudah lama di sini bak Obbie Messakh di sudut sekolah galau pada semut merah.

  2. Ah, udah mau lahiran rupanya? Yosh! yosh! semangat kakak Mizah ๐Ÿ˜€

    semoga lancar prosesnya, trus ibu dan bayinya sehat.

  3. @ Lumiere

    Sudah lahir kemarin sore ๐Ÿ˜€

    Terimakasih doanya ๐Ÿ™‚

    @ Iwan

    Sudah, Wan. ๐Ÿ˜ณ

    @ Zukko

    Terimakasih ucapannya, Om ๐Ÿ˜ณ

    @ abanxc

    Yo! Selamat datang generasi baru. Regenerasi memang perlu bukan. seperti obrolan kita malam itu di depan stasiun Bogor? :mrgreen:

  4. ” Yo! Selamat datang generasi baru. Regenerasi memang perlu bukan. seperti obrolan kita malam itu di depan stasiun Bogor?”

    Yupz tapi kurasa waktu terlalu cepat, kau belum bercerita tentang para pembully :mrgreen: btw selamat menjadi bapak ๐Ÿ™‚

  5. kau nikah sehari sebelum aku nikah; dan sekarang anak lahir sehari sebelum tanggal kelahiranku. untung bukan 5 april, lex. kalo ndak, aneh sekali. ๐Ÿ™‚

  6. @ Abanxc

    Waktunya singkat sekali malam itu, Fer. Tak apalah, nanti kalau sudah lega waktu, kita sambungkan lagi sekuel Ngopi Yang Tertukar :mgreen:

    @ Akhyar

    Wah, minta maaf, Bang. Sejak Rabu kemarin itu tak selalu terpegang benar ponsel. Dan lupa aku balaskan semua SMS yang masuk. ๐Ÿ˜

    @ gentole

    Hehe. Aneh juga memang. Mungkin itu bocah bersilangan takdir denganmu. Nanti pulang kampung kutanyakan pada ahli nujum berpeci :mrgreen:

  7. Selamat!!! Atas lahirnya sang Junior. Mudah-mudahan kalo udah besar ngga hobi berantem kayak …… ehem…
    Btw, koq namanya Alex juga, ya? Hehehe…..

  8. Wah, baru jadi bapak nih bang Alex. Selamat ya bang. Semoga jadi manusia yg bisa beri manfaat pada semesta dan dicintai Tuhannya.

    Putra pertamakah? ๐Ÿ™‚

  9. @ nandobase

    ๐Ÿ˜†

    Kalau pun dia berantam, berantamlah. Asal tak main curang dan bukan karena mau nge-bully orang. Kalau kalah menerima kalah, kalau menang juga tak sombong dan jadi arogan.

    Ya memang diletakkan nama itu karena pewarisan nama saja. Harapannya, seperti makna nama itu, dia akan mau membela orang yang dianiaya. Kulihat sudah kurang diajarkan rasa simpati begitu pada anak-anak masa kini, banyakan diajar jadi juara kelas dan berlomba mencari kemapanan hidup. ๐Ÿ˜€

    @ Bee

    Amin untuk doanya.

    Iya, baru jadi bapak ini. Hehe. Putra pertama pula. Makanya jadi resah dan gelisah begitu, bak lagu Obbie Messakh yang malu pada semut merah di dinding sekolah dahulu kala :mrgreen:

  10. Wah, aku masih menang dari kau bang! Aku minum punya 2! Hahaha…. Bukan bermaksud menakuti bang, tapi jadi ayah yg baik itu susah benar! Org brengsek macam aku ini, mana bisa beri teladan yg baik buat anak2-ku? ๐Ÿ˜€ Tapi tentu bang Alex dan nyonya pasti lebih baik dari aku. Dari proses cari nama saja sudah keliatan. Nama si kecil bagus bang! ๐Ÿ™‚

  11. @ nandobase

    Di sini, Bro. Hehe. Aku belum sempat ngaplod-ngaplod malah, cuma istri dan ipar yang sempat ngaplod. Masih di kamera dan selain belum sempat, ngaplod lewat ponsel terasa lamban ๐Ÿ˜•

    @ Bee

    Sudah punya 2?

    Memang tentunya tak akan segampang dikira jadi orang tua. Jangankan melihat dari pengalaman generasi sendiri, melihat pengalaman dari generasi orang tua sendiri pun, ada juga rasa cemas tertentu apakah nanti akan sesuai harapan. Tapi kukira ikhtiar saja lah, karena -seperti kubilangkan di pos ini- pada dasarnya setiap anak itu memang bukan anak kandung mutlak dari orang tuanya, tapi anak kandung dari zamannya masing-masing ๐Ÿ˜€

  12. Mulai awal April aku pun sibuk banget bang, urus suamiku lalu kerjaan pun tak bisa ditunggu.. Sampai baru baca postingan ini

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s