Seminggu Berlalu

Seminggu berlalu sejak bocah pertamaku lahir di rabu nan lalu. Pukul 4 sore di tanggal 4 bulan ke 4 rasa baru kemarin saja, tapi tiba-tiba sudah seminggu usia bocah kecil bernama Raza. Waktu, mungkin benar seperti kata Gentole: begitu manipulatif, begitu nisbi.

Padahal di hari rabu itu rasa baru seperti hari rabu kemarin: pagi-pagi istri mengisahkan sudah mendapat vlek sebagai penanda kelahiran, lalu buru-buru berangkat ke klinik di pukul delapan mendekati sembilan. Menunggu dan menunggu sampai di petang tiba, hingga suara tangisan bocah membahana dari ruang persalinan. Lalu segala terasa hening sejenak itu: sebelum kemudian kesibukan baru mulai melagu, sebagai seorang orang tua baru. Tiga hari di klinik bersalin diisi dengan obrolan soal masa kini dan masa depan. Juga dengan cerita dan kenang-kenangan seorang tua yang berprofesi sebagai petugas pengamanan di klinik persalinan itu, seorang sunda veteran perang kemerdekaan kelahiran 1928. Aku cepat akrab dengan si kakek tua yang berangkat kerja di pagi hari dan tiba di rumah sakit bersalin itu dengan wajah bersahaja. Usia sudah lapanpuluh lebih, tapi belum nampak juga dia seperti kakek tua ringkih dan mudah letih.

Kemudian hari ke tiga berlalu, setelah mencemooh sistem persalinan ala kota yang ribet dan tak lebih baik dari sistem bersalin di kampung yang tradisional (wanita bersalin mesti mengendap di klinik 3 hari 3 malam dan pemberian susu dijadwal seperti memberi makan ikan di akuarium, ada pula susu formula sempat diberi dan dengan dalih bea-imunisasi di-goodie bag-kan sekali; sementara di kampung-kampung dengan bidan kampung segala urusan selesai sehari dan esok lusa wanita yang baru bersalin bisa berjaya bugar kembali), aku pun membawa pulang istri dan anak ke rumah. Rumah mertua di kota Bogor. Lalu berjuang semalam-dua malam menenangkan kegelisahan bocah pada rumah baru dalam hidupnya, setelah sempat kena ancaman bilirubin yang memaksanya masuk sehari ke kotak berlampu, bak telur ayam dieramkan secara modern di kampungku. Sempat pula berhadapan dengan seringai flu, namun semua kini sudah aman berlalu.

Semalam mertua gelar doa di rumah. Sederhana saja. Mendoakan masa depan si bocah. Sementara di kampung sana, gempa melincah-lincah, orang melaporkan segala rumor tentang air laut sedang akan melimpah, tentang ancaman musibah. Kami berdoa agar Tuhan mencegah, segala bencana segala petaka, di Aceh, di Nias, di Sumatra di Jawa dan di mana pun di republik ini.

Dan hari ini, di petang nanti: sejumput rambut si bocah akan diguntingkan. Sebagai sebuah adat kebiasaan. Sebagai sebuah pembaptisan kehadirannya dalam keluarga, dalam dunia…

Aku tak sabar menunggu kau besar, Raza. Agar bisa kita mainkan musik bersama jika masih diberi perpanjangan usia oleh Yang Maha Kuasa.

17 thoughts on “Seminggu Berlalu

  1. Gak terasa,bangun pagi tiba-tiba di kejutkan oleh tangisan bayi,percayapun tidak,tapi itulah kenyataan hidup.

    Maka ketika ia menangis buatkanlah susu dan jika usianya baru satu minggu,cukuplah kau berikan satu sendok takar,berikanlah ia susu hingga usia dua tahun,yang demikian itu sangat di anjurkan.

    *bau pesing,popok,ngompol,air susu,botol*

  2. Waktu itu nisbi, saya setuju. Dan tau-tau sudah diterima SD saja Nadira tahun ini, enam tahun usianya…
    Yah, kalau ada kesempatan ke Bogor mau kutengok lah itu Hidayat kecil, yang semoga bisa meneruskan kejayaan klan Hidayat :))

  3. Iya. Saya paham benar perasaan itu.🙂

    *eh*

    Kalau boleh meramal, perlahan-lahan akan jadi topik tulisan secara berkala. Karena membangkitkan gagasan-gagasan di pikiran, misalnya rasa “waktu adalah nisbi” kali ini.

  4. Salam kenal bang alex, daku belum diberikan malikat kecil yang sekian lama ku nantikan, oh iya menurut adat istiadat aceh bocah yang baru di lahirkan wajib di azan kan .. salam ..

  5. Hihi

    usia seminggu itu masanya urusan cucian popok-ASI-begadang😛

    ah jadi nostalgia masa lalu *eh*😆 padahal baru tiga setengah bulan yang lalu

  6. Congrats baaang🙂
    Aku baru tau sekarang, maafkanlah aku.
    Nampaknya Raza bakal cocok sama aku, semua yang dekat di hati lahirnya di bulan 4!😀

  7. @ Iwan

    Gak terasa,bangun pagi tiba-tiba di kejutkan oleh tangisan bayi,percayapun tidak,tapi itulah kenyataan hidup.

    *mengaminkan curcol yang senior*😎

    Maka ketika ia menangis buatkanlah susu dan jika usianya baru satu minggu,cukuplah kau berikan satu sendok takar,berikanlah ia susu hingga usia dua tahun,yang demikian itu sangat di anjurkan.

    *bau pesing,popok,ngompol,air susu,botol*

    Siap komandan!:mrgreen:

    @ Amd

    Waktu itu nisbi, saya setuju. Dan tau-tau sudah diterima SD saja Nadira tahun ini, enam tahun usianya…

    Aku saja tahu Nadira-mu sudah sekolah jadi melongo… Rasa baru kemarin heboh-heboh antobilang vs antosalafy:mrgreen:

    Yah, kalau ada kesempatan ke Bogor mau kutengok lah itu Hidayat kecil, yang semoga bisa meneruskan kejayaan klan Hidayat🙂 )

    Ha, mantap! Singgahlah kapan kemari, apalagi Teungku Warm juga ada berikatan-batin dengan kota ini, tentu elok kau bawa dia serta😎

    @ Pak Guru

    Iya. Saya paham benar perasaan itu.🙂

    *eh*

    ….. Ja-jangan-jangan…. Rumor itu benar… Kau sudah menikah dan beranak, sudah tiada muda lagi usiamu! Hah! Memanglah internet ini menipu!

    *tsaaah*

    Kalau boleh meramal, perlahan-lahan akan jadi topik tulisan secara berkala. Karena membangkitkan gagasan-gagasan di pikiran, misalnya rasa “waktu adalah nisbi” kali ini.

    Kemungkinan itu. Sungguh boleh jadi. Apalagi orang macam awak ini, jadi visionaris tak mampu, cenayang juga bukan, melihat masa kini malu dan iba hati, tak ada pilihan selain melongok waktu nan silam nan lebih biru *halah*:mrgreen:

    @ Gentole

    @Pak Guru: Ramal, gimana? Tidak mengerti.

    Mungkin maksud Cik Gu itu bahwa akan acap muncul tulisan bertema semacam nostalgia dan rentang kenang di dalamnya, serta segala bacritan tentang masa lalu, masa kini dan masa depan.😎

    *padamkan bola kristal*

    @ Cha-cha-chantik

    Salam kenal bang alex, daku belum diberikan malikat kecil yang sekian lama ku nantikan,

    Semoga lekas diberi. Amin🙂

    oh iya menurut adat istiadat aceh bocah yang baru di lahirkan wajib di azan kan .. salam ..

    Ya tentu. Cuma repotnya kita orang Aceh di kota begini, waktu lahir bocah dipisah, apalagi kena vonis bilirubin meski agak sekejap. Jadi sudah agak telat diazankan. Tapi diazankan juga di kuping kanan, diqamatkan juga di kuping kiri.
    Salam juga🙂

    @ Warm

    dan tinjulah congkaknya dunia, buah hatinya bang Alex !🙂

    Semoga dalam mimpinya dia baca komentarmu ini. Amin!🙂

    @ Mizzy

    Hihi

    usia seminggu itu masanya urusan cucian popok-ASI-begadang😛

    😆
    Tahu saja yang lebih senior. Iya… memang jadi begadang terus selama seminggu. Ayahnya tak masalah, memang makhluk nokturnal, bundanya ini yang kasihan:mrgreen:

    ah jadi nostalgia masa lalu *eh*😆 padahal baru tiga setengah bulan yang lalu

    Nah kan! Memang senior juga ini:mrgreen:

    @ Ceritaeka

    Congrats baaang🙂
    Aku baru tau sekarang, maafkanlah aku.

    Tak apa-apa… asalkan ditebus dengan durian Medan
    *halah, jadi meras*😆

    Nampaknya Raza bakal cocok sama aku, semua yang dekat di hati lahirnya di bulan 4!😀

    Sip! Sepertinya begitu. Hehe. Kalau ada umur bertemu dan dia sudah besar, mesti akan kukenalkan pada dirimu juga😀

  8. Selamat ku double ini kayak nya, pertama selamat menjadi sang bijak untuk hidayat kecil, kedua selamat ultah kalo g alah hari ini bukan😀

  9. Congratz Bang Alex…🙂
    Waktu memang sungguh cepat belalu *mengenang pertemuan di Ancol*

  10. @ Mas Bro

    Semangat om nyari rezeki ..!!

    Ho ho. Motivasi yang bagus. Tengkiu😎

    @ abanxc

    Selamat ku double ini kayak nya, pertama selamat menjadi sang bijak untuk hidayat kecil, kedua selamat ultah kalo g alah hari ini bukan

    Iya. Duh… maaf telat membalas komentara ini😀

    @ Iwan

    Baru seminggu lex,buat ngapdate aja gak ada waktu.
    Repot memang,tapi seneng.

    Wah…. Yang sudah pengalaman duluan:mrgreen:

    @ Akiko

    Congratz Bang Alex…
    Waktu memang sungguh cepat belalu *mengenang pertemuan di Ancol*

    Iya. Cepat sekali ya rasanya? Kayak baru kemarin saja😆

    @ Aulia

    mirip siapa Bapak Alex aneuk keumun Raza ini?

    50-50 antara emak dan ayahnya😳

    @ fiaz

    maaf nih ganggu, ada tugas untuk anda, hehe
    http://fiazku.wordpress.com/2012/04/25/tugas-kalian/

    Waduh… maaf kalau telat merespon ini. Masih ada kah itu tugas?😀

  11. berarti Raza tidak menganut aliran copy paste full, berarti copas setengah-setengah biar adil. Hmm kecil2 sudah bawa inspirasi nih😀 *yuk raza kita ngeblog -tungguh 10 tahun kemudian #eh

Komenlah sebelum komen itu dilarang.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s