Yang Dikenang Dan Yang Dilupakan

Yang Dikenang Dan Yang Dilupakan

Aku tak pandai lagi memasang luku. Ketika Ibu meninggal kutulis sajak tentang derita — Dunia melupakannya. Kemudian kutulis cerita bagaimana ia naik ke sorga. Dunia terharu — Tentang duka tak sepatah. Pedang dan tombak kini terbalut debu. Tinggal aku mencatat: Penyair selamat menyeberang danau perahunya di pantai tinggal kerangka. . . . . . Update … Baca lebih lanjut

Catatan Di Senin Pagi

Catatan Di Senin Pagi

Sudah dua mingguan berada di Kota Bogor, dan lama-lama memang sudah terasa biasa di kota ini. Mungkin beberapa tahun lalu, atau kala masih remaja, akan susah lekas beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi mungkin karena pengalaman berkeluyuran di masa kuliah pula maka segala tempat kini lekas biasa, lekas lekat seperti bangku-bangku kereta jadi biasa untuk meletakkan … Baca lebih lanjut

Mencicipi iOS 5.1 Di iPhone Tua

Mencicipi iOS 5.1 Di iPhone Tua

Jadi begini… iPhone bukan ponsel favoritku. Dulu pernah, tapi tidak lagi. Jika harus memilih apakah ponsel produk Apple atau produkan lain berbasis android, aku dengan ikhlas hati akan memilih android saja. Android memang bukan sesuatu yang sempurna, namun setidaknya aku merasa lebih memiliki kebebasan dengan benda berbasis android daripada berbasis iOS. Ini subjektif tentu saja, … Baca lebih lanjut

Nongkrong Di Pasar

Nongkrong Di Pasar

Sebagai anak dagang yang besar di kawasan pertokoan pasar, bahkan meski kemudian pindah ke kampung dimana rumah keluarga orang tua berada, yang namanya nongkrong di pasar seperti sudah menjadi tabiat tersendiri. Sesuatu yang sepele dan dulu dilakoni karena memang menjadi kawasan bermain belaka, seperti kubacritkan dalam postingan nan silam; namun di kemudiannya menjadi sebuah kebiasaan … Baca lebih lanjut

Masalah Komentar Berulir Yang Disarangkan Dan Kewajiban Login Fardhu ‘Ain

Masalah Komentar Berulir Yang Disarangkan Dan Kewajiban Login Fardhu ‘Ain

Menjelang siang tadi, saat membaca-baca beberapa blog kawan-kawan blogger, istri sempat berkomentar bahwa dia suka dengan sistem komentar berulir seperti yang dipakai oleh sejumlah blogger di WordPress. Dan beliau bertanya kenapa aku tak menggunakan fitur itu saja. Aku jadi menimbang-nimbang jawaban dan segudang alasan. Jadi begini… Aku sendiri bukan tak suka benar dengan sistem komentar … Baca lebih lanjut

Pretend To Be…

Pretend

Kuotasi basi. Apa yang dibacritkan Kurt Vonnegut ini sama hakikatnya sama seperti bacrit Mario Teguh. Gampang ditemukan dimana saja di internet. Tukang becak di kampungku pun bisa mengucapkan kalimat bijak serupa. Tapi inilah dunia metanarasi: hal-hal yang kita bahas di era post-modernism adalah perulangan rotasi. Seperti obrolan kala ngopi.

Baca lebih lanjut

Potret Arogansi Aparat Kita Kala Kendaraan Mereka Enak Menerobos Lampu Merah Dan Melanggar Hak Pengguna Jalan

Potret Arogansi Aparat Kita Kala Kendaraan Mereka Enak Menerobos Lampu Merah Dan Melanggar Hak Pengguna Jalan

Kemarin mendapatkan sebuah kiriman foto dari seorang kawan di Banda Aceh, tentang sebuah insiden tabrakan di salah satu persimpangan utama kota. Tepatnya di kawasan Jambo Tape, depan Mako Brimob, Banda Aceh. Insiden tabrakan ini, dikisahkan kawan, bermula dari sebuah truk polisi menerobos lalu-lintas. Menerobos lampu merah kala semua orang sudah berhenti, dan di jalur lain … Baca lebih lanjut

Hari Kelahiran Ibu Dan Sejumput Ingatan Masa Lalu

Hari Kelahiran Ibu Dan Sejumput Ingatan Masa Lalu

Hari ini, 13 Maret, adalah hari ulang tahun almarhumah ibuku. Bukan tanggal penting benar bagi segenap makhluk di planet ini. Setiap orang memiliki ibu, dan setiap ibu memiliki tanggal lahir sendiri-sendiri. Namun tentu saja bukan soal tanggal berapa, tapi arti dari hari kelahiran itu sendiri bagi setiap ibu dan bagi setiap anak-anak mereka. Di ponselku, … Baca lebih lanjut

Di Bogor Kembali

Di Bogor Kembali

Semalam berangkat meninggalkan Blangpidie, pukul tujuh lewat sedikit, dengan menumpang mobil rental milik kawan. Melewati jalanan Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan melintasi perbatasan Aceh-Sumatra Utara; sampailah di kota Medan sekitar pukul tujuh pagi. Tidur lelap agak dua jam di kamar kawan, di loket pengangkutan milik beliau; terbangun sedikit panik mengira waktu check-in … Baca lebih lanjut

Catatan (Untuk Kawan) Dari Sebuah Pesta Kenduri Pernikahan

Catatan (Untuk Kawan) Dari Sebuah Pesta Kenduri Pernikahan

Kemarin, sekitar pukul dua belas siang, bersama dengan Yopi dan Tama, kawan satu SMA dan satu kontrakan di masa kuliah, aku berangkat ke pesta pernikahan seorang kawan, berdasarkan undangan yang kuterima beberapa hari lalu. Sebuah pesta di ibukota kabupaten sebelah. Jaraknya dari kabupatenku sekitar 1/2 jam perjalanan. Sedari pagi, saat bangun sekitar pukul 9 selepas … Baca lebih lanjut