Tagged with katarsis

Catatan Untuk Mizah

Catatan Untuk Mizah

Aku mengenalnya belum cukup lama. Malah tak sampai separuh usiaku sendiri. Samar-samar sejauh yang kuingat, mungkin kali pertama aku melihatnya cumalah seorang gadis kecil yang rumahnya tak jauh dari rumah pamanku, di satu bagian kawasan pasar kota kecilku. Bertahun silam. Saat aku masih remaja tanggung. Aku bahkan lebih familiar dengan wajah kedua orang tuanya daripada … Baca lebih lanjut

Satu Tahun Pernikahan

Satu Tahun Pernikahan

Hari ini, genaplah sudah setahun usia pernikahan. Rasa-rasa baru kemarin membuat sebuah postingan panjang, sebuah catatan pernikahan di bulan Juni 2011, dan kini setahun berlalu tanpa terasa. Dengan ragam cerita menunjang raga menua usia. Tentu dalam setahun ini tak semua hari terlewati penuh harum bunga dan manis madu. Seperti juga perjalanan tiap langkah kaki, ada … Baca lebih lanjut

Raza In Eksyen

Raza In Eksyen

Cuma sebuah kumpulan foto-foto si bocah, rekaman gerak-gerik si buah hati sejak bulan lalu hingga bulan ini… I hear babies cryin’, I watch them grow They’ll learn much more than I’ll ever know And I think to myself, what a wonderful world Yes, I think to myself, what a wonderful world

Repos Dari Mukabuku

Sejak kelahiran Raza, bukan berarti semangat menulis (baca: ngeblog, -red) luntur atau malah hilang begitu saja. Ada banyak hal melintas-lintas dalam kepala, minta dituliskan. Namun rasa-rasa buntu mau menuliskan apa (atau lebih tepatnya “bagaimana”) semua itu. Apalagi dengan ritual baru sebagai orang tua muda: sedang menikmati saat-saat menimang bocah harapan masa depan, selagi nyawa masih melekat … Baca lebih lanjut

Seminggu Berlalu

Seminggu Berlalu

Seminggu berlalu sejak bocah pertamaku lahir di rabu nan lalu. Pukul 4 sore di tanggal 4 bulan ke 4 rasa baru kemarin saja, tapi tiba-tiba sudah seminggu usia bocah kecil bernama Raza. Waktu, mungkin benar seperti kata Gentole: begitu manipulatif, begitu nisbi. Padahal di hari rabu itu rasa baru seperti hari rabu kemarin: pagi-pagi istri … Baca lebih lanjut

Empat April

Sudah berapa jam kursi dan meja jadi kawan tanpa kata, tanpa bicara? Belum lama. Baru dua tiga jam saja. Tapi rasa-rasa jam lama berlalu. Di sini. Di Rumah Sakit Bersalin Sawo Jajar. Tak jauh dari bilangan Pasar Anyar. Suara di luar hingar-bingar, dengan deru kendaraan dan aba-aba tukang parkir melawan ancaman menjadi fakir. Tapi serasa … Baca lebih lanjut