Tagged with kontemplasi

Satu Tahun Pernikahan

Satu Tahun Pernikahan

Hari ini, genaplah sudah setahun usia pernikahan. Rasa-rasa baru kemarin membuat sebuah postingan panjang, sebuah catatan pernikahan di bulan Juni 2011, dan kini setahun berlalu tanpa terasa. Dengan ragam cerita menunjang raga menua usia. Tentu dalam setahun ini tak semua hari terlewati penuh harum bunga dan manis madu. Seperti juga perjalanan tiap langkah kaki, ada … Baca lebih lanjut

Repos Dari Mukabuku

Sejak kelahiran Raza, bukan berarti semangat menulis (baca: ngeblog, -red) luntur atau malah hilang begitu saja. Ada banyak hal melintas-lintas dalam kepala, minta dituliskan. Namun rasa-rasa buntu mau menuliskan apa (atau lebih tepatnya “bagaimana”) semua itu. Apalagi dengan ritual baru sebagai orang tua muda: sedang menikmati saat-saat menimang bocah harapan masa depan, selagi nyawa masih melekat … Baca lebih lanjut

Empat April

Sudah berapa jam kursi dan meja jadi kawan tanpa kata, tanpa bicara? Belum lama. Baru dua tiga jam saja. Tapi rasa-rasa jam lama berlalu. Di sini. Di Rumah Sakit Bersalin Sawo Jajar. Tak jauh dari bilangan Pasar Anyar. Suara di luar hingar-bingar, dengan deru kendaraan dan aba-aba tukang parkir melawan ancaman menjadi fakir. Tapi serasa … Baca lebih lanjut

Rima Ababil

Rima Ababil

Karena memang mesti ada yang turun dan mengatakan pada mereka, pada para penguasa, pada Cikeas, pada besanan Rajasa, pada istana, pada gedung parlemen, pada koalisi partai berdagang sapi di ruang lobi: bahwa di atas langit masih berlapis-lapis lapisan langit, dan di bawah tanah masih berlapis–lapis kerak neraka, sehingga siapa pun mereka yang merasa dirinya tuhan-tuhan di negeri … Baca lebih lanjut