Tagged with nostalgia

Catatan Untuk Mizah

Catatan Untuk Mizah

Aku mengenalnya belum cukup lama. Malah tak sampai separuh usiaku sendiri. Samar-samar sejauh yang kuingat, mungkin kali pertama aku melihatnya cumalah seorang gadis kecil yang rumahnya tak jauh dari rumah pamanku, di satu bagian kawasan pasar kota kecilku. Bertahun silam. Saat aku masih remaja tanggung. Aku bahkan lebih familiar dengan wajah kedua orang tuanya daripada … Baca lebih lanjut

Hari Kelahiran Ibu Dan Sejumput Ingatan Masa Lalu

Hari Kelahiran Ibu Dan Sejumput Ingatan Masa Lalu

Hari ini, 13 Maret, adalah hari ulang tahun almarhumah ibuku. Bukan tanggal penting benar bagi segenap makhluk di planet ini. Setiap orang memiliki ibu, dan setiap ibu memiliki tanggal lahir sendiri-sendiri. Namun tentu saja bukan soal tanggal berapa, tapi arti dari hari kelahiran itu sendiri bagi setiap ibu dan bagi setiap anak-anak mereka. Di ponselku, … Baca lebih lanjut

Catatan (Untuk Kawan) Dari Sebuah Pesta Kenduri Pernikahan

Catatan (Untuk Kawan) Dari Sebuah Pesta Kenduri Pernikahan

Kemarin, sekitar pukul dua belas siang, bersama dengan Yopi dan Tama, kawan satu SMA dan satu kontrakan di masa kuliah, aku berangkat ke pesta pernikahan seorang kawan, berdasarkan undangan yang kuterima beberapa hari lalu. Sebuah pesta di ibukota kabupaten sebelah. Jaraknya dari kabupatenku sekitar 1/2 jam perjalanan. Sedari pagi, saat bangun sekitar pukul 9 selepas … Baca lebih lanjut

Tentang Waktu, Masa Silam Yang Jauh Di Jendela Kala Hujan Dan Kenapa Kita Bisa Melarikan Diri Pada Nostalgia Tanpa Mesti Berjarak Dengan Kekinian

Tentang Waktu, Masa Silam Yang Jauh Di Jendela Kala Hujan Dan Kenapa Kita Bisa Melarikan Diri Pada Nostalgia Tanpa Mesti Berjarak Dengan Kekinian

Pagi ini, saat turun ke lantai satu rumah untuk menyeduh segelas susu, dan melewati buku-buku komik lama yang dibereskan oleh adikku ke dalam kotak-kotak bekas di dekat kamarku; aku melihat lagi satu komik yang cukup dengan melihat sampulnya saja, masih terbayang adegan-adegan di dalamnya. Masih hafal isi dan sejumlah dialognya. Komik itu adalah komik Dorameon … Baca lebih lanjut

Hikayat Para Berandal Dan Para Pembuli

Hikayat Para Berandal Dan Para Pembuli

Beberapa hari lalu, seorang teman yang tidak menjalani profesi tak berguna sebagai bloher™ (baca: blogger, -red), mengaku bahwa beliau membaca satu komentarku di sebuah postingan milik Gentole. Usut punya usut, si teman rupanya mendapatkan bacaan komentar aibku itu setelah aku membagi postingan tersebut di layanan yang sukses memperkaya Mark Zuckerberg. Itu sebab maka tersenter olehnya … Baca lebih lanjut

Sebuah Lagu Lawas Dan Lirik Cinta Yang Mungkin Kelak Akan Banal

Sebuah Lagu Lawas Dan Lirik Cinta Yang Mungkin Kelak Akan Banal

Sekitar semingguan lalu, aku mempostingkan sebuah video musik dari satu band legendaris Indonesia, untuk istriku. Video lawas dengan musik lawas, dan personil yang pastinya juga lawas. Tak ada yang kelewat istimewa dengan video dari situs berbagi video itu. Liriknya juga tipikal lirik-lirik biasa dalam tema percintaan. Namun, ketika kurenung-renung mereka, para musisi dalam video tersebut, … Baca lebih lanjut

Balada Kantor Pos

Balada Kantor Pos

Waktu masih sekolah dulu, terutama saat duduk di SMA, dan sedang melakonkan peran anak baik-baik yang menganggap bahwa tidak sepatutnya anak sekolah keluar dari pekarangan sekolah dengan cara memanjat pagar, maka hal yang kulakukan adalah mendatangi guru piket dan meminta izin untuk keluar sebentar. Biasanya ini memang untuk urusan-urusan yang masih bisa ditolerir pihak sekolah, … Baca lebih lanjut

Catatan Pernikahan: Surat Untuk Seorang Kawan

Catatan Pernikahan: Surat Untuk Seorang Kawan

Kemarin, sabtu 11 Juni 2011, sekitar pukul 10 pagi, sebuah ritual digelar di dalam mesjid di kotaku. Mesjid At-Taqwa. Sebuah mesjid yang cukup besar, dan terletak di jalan yang sama dengan jalan dimana toko, gudang dan ruko keluargaku berada, terpisah sekitar 100-an meter saja: Jalan At-Taqwa. Ritual itu, Gen, seperti yang kau tahu, adalah ritual … Baca lebih lanjut

Madah Terakhir

Madah Terakhir

Belasan tahun lalu, sekumpulan manusia yang menyebut diri mereka seniman, berkumpul di satu koordinat di Pulau Jawa, dan membicarakan sebuah sajak empat baris dari seorang anak muda asal Sumatera. Sajak kesedihan dengan kata “kematian” tercantum di dalamnya. Sajak yang dikomentari oleh salah satu diantara mereka sebagai sajak “telengas”, karena langsung memulai sajak dengan menyebut obyek … Baca lebih lanjut

Cerita Dari Sebuah Tahlilan

Cerita Dari Sebuah Tahlilan

Beberapa tahun lalu, saat liburan semester kuliah (sekitar tahun 2003), seorang temanku yang pernah khilaf mencoba nge-blog di WordPress, memacu sepeda motor bersama sobat sekampungnya dengan kecepatan melewati batas kecepatan maksimum yang diizinkan rambu lalu-lintas di pinggir jalan. Saat itu, dia baru pulang dari Tapak Tuan, ibukota kabupaten Aceh Selatan, menuju ke arah kampungnya: Desa … Baca lebih lanjut