Tagged with perempuan

Catatan Untuk Mizah

Catatan Untuk Mizah

Aku mengenalnya belum cukup lama. Malah tak sampai separuh usiaku sendiri. Samar-samar sejauh yang kuingat, mungkin kali pertama aku melihatnya cumalah seorang gadis kecil yang rumahnya tak jauh dari rumah pamanku, di satu bagian kawasan pasar kota kecilku. Bertahun silam. Saat aku masih remaja tanggung. Aku bahkan lebih familiar dengan wajah kedua orang tuanya daripada … Baca lebih lanjut

Semalam Di Kota Bogor

Semalam Di Kota Bogor

Kata hati daku turutkan pergi bermalam di kotamu. Sejak itu lamunan rindu menggoda dalam diriku. Daku semalam menginap di Bogor, mula kisahku di sana. Kini ‘ku tak ‘kan lagi mengembara sendiri. Kota Bogor menahan daku pergi. Banyak kota daku bermalam di masa hidupku yang silam. Kota Bogor dan kebun raya mengakhiri segalanya. Daku semalam menginap … Baca lebih lanjut

Catatan Pernikahan: Surat Untuk Seorang Kawan

Catatan Pernikahan: Surat Untuk Seorang Kawan

Kemarin, sabtu 11 Juni 2011, sekitar pukul 10 pagi, sebuah ritual digelar di dalam mesjid di kotaku. Mesjid At-Taqwa. Sebuah mesjid yang cukup besar, dan terletak di jalan yang sama dengan jalan dimana toko, gudang dan ruko keluargaku berada, terpisah sekitar 100-an meter saja: Jalan At-Taqwa. Ritual itu, Gen, seperti yang kau tahu, adalah ritual … Baca lebih lanjut

Potret Di Satu Senja

Potret Di Satu Senja

Mungkin ini cuma satu berkas potret saja. Potret di sore kemarin itu: tentang pantai, tentang senja. Ketika malam akan turun dan mewarnakan jingga ke langit biru. Di lautan, dimana perahu para nelayan mengapung di kolong langit Ujong Seurangga, kala matahari jelang karam di garis cakrawala. Tapi di sini, dengan senja begini aku dan teman-temanku menghirupi … Baca lebih lanjut

Pelarian

Pelarian

(Cerita Buat Gadis N.A.) Pernah dia datang membawa setangkai bunga matahari. Tadah matanya rindu tenang minta diselami. Di bibirnya terselip madu Di jariku tersalib racun. Sebinar matanya merayu Membakar aku dicumbu lamun. Sebelum tulang tertenun jadi debu: Itu bibir minta kulum, minta kuracuni sekecup cium. Tapi ada suara dalam hatiku menggugat sendiri: Cintakah ini, ataukah … Baca lebih lanjut

Jangan Sekedar Gambar

Jangan Sekedar Gambar

Love and selfishness kinda go hand in hand, don’t they? [Sanosuke Sagara] . . . Di tumblr, mayoritas yang memberikan tanda “liked this” atau melakukan aktivitas “reblogged this from” adalah…  yaaa… itulah… tahu sendirilah…  mereka… 🙄 Sayangnya… jauh lebih mudah belajar memanipulasi gambar, lalu bikin gambar begini jadinya, untuk kemudian dipajang di website/weblog, daripada menerapkannya … Baca lebih lanjut

Pablo Neruda: If You Forget Me

Pablo Neruda: If You Forget Me

Ini salah satu sajak Pablo Neruda yang kusuka. Pernah pula kupostingkan versi terjemahannya Saut Situmorang di tumblrku sendiri. Sajak dari penyair kelahiran Chili yang pernah mendapatkan Nobel, yang lika-liku hidupnya berzig-zag dibawa nasib, dan membuatnya sering pula bicara soal tanah kelahiran dan pembebasan. Ah, pembebasan… sebuah kata berbau utopia warisan dari zaman Nabi Adam, seperti … Baca lebih lanjut

Status Sosial Dan Roda Becak

Status Sosial Dan Roda Becak

Waktu memang macam ucapan Ali bin Abi Thalib, seperti pedang adanya. Tak terasa berjalan begitu lekas, dan kita sudah dipotongnya dari masa lalu. Itu yang terlintas dalam benakku ketika semalam aku mengetahui apa sebab ada sanak-kerabat berkumpul di rumah. Perasaanku sudah tak enak semenjak (dari kamarku) mendengar suara-suara mereka yang acap sekali melayangkan pertanyaan menusuk … Baca lebih lanjut

2:26

2:26

Suara-Mu mengiang di telingaku. Mengingatkan segala hal bertaut Ajal. Kenapa sayup-sayup terasa lambat segala merambat di malam jum’at? Jikalau dulu kuhabis-habis pikir tentu kutolak hidup macam ‘gini. Antara darah, matahari dan rembulan yang sikit merah, tak ‘kan kuhadir meracuni bumi. Jadi pagi nanti kicau murai tiada akan berderai. Dan pada dia yang jauh di pulau … Baca lebih lanjut

Warna Waktu

Warna Waktu

Kemarin itu seorang umat Nietzsche, memberikan pencerahan seperti Übermensch bersabda dalam Thus Spoke Zarathustra, dengan ucapan, “Naga-naganya ada yang mulai malas apdet blog nih. 😀 “ via pesan yang menclok di inbox ponsel. Dan itu cukup mencerahkanku, agar bersegera berbuat kebajikan kepada blog ini dengan mengisi tabungan amal berupa postingan meski cuma recehan. Dan inilah … Baca lebih lanjut